KPK Imbau Tamu Pernikahan Kahiyang Tak Beri Uang dan Hadiah

Depoliticanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau para tamu
pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif
Nasution tak memberikan hadiah berupa uang atau barang.

Sebanyak 8.000 tamu undangan baik dari kalangan pejabat negara, pengusaha
serta kerabat pengantin yang bakal menghadiri pernikahan di Gedung Graha
Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11) ini diimbau cukup memberikan
bunga. Hal itu dilakukan agar Presiden Jokowi tak repot melaporkan hadiah
pernikahan anaknya kepada Direktorat Gratifikasi KPK.

“Agar tidak buat sibuk Presiden lapor-lapor ke KPK pasca-pesta ini, ya
kasih bunga saja lah cukup buat Bobby dan Kahiyang,” kata Wakil Ketua KPK
Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Selasa (7/11).

Namun, Saut menyebut, hadiah yang diterima dari teman Kahiyang dan Bobby,
baik sahabat, teman sekolah atau kuliah merupakan tanda persahabatan. Meski
demikian, harus tetap dilihat apakah teman pasangan pengantin ini sudah
menjadi pengusaha atau masih pelajar. Oleh karena itu, Saut mengatakan,
seluruh hadiah yang diterima Kahiyang dan Bobby agar dilaporkan kepada KPK,
mengingat Jokowi merupakan penyelenggara negara. Nantinya, menurut Saut,
Direktorat Gratifikasi KPK akan menilai barang-barang tersebut.

“Secara umum dilaporkan saja ke KPK biar nanti Direktorat Gratifikasi yang
menilai apakah itu nanti jadi milik negara atau milik penerima karena akan
ada penilaian sisi nilai berapa harganya dan lain-lain,” katanya.

Saut menjelaskan pemberian hadiah pada pernikahan Kahiyang dan Bobby
dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan. Apalagi, yang memberikan
hadiah kepada Kahiyang dan Bobby, tak menutup kemungkinan dari seorang
pejabat negara.

“Yang dikhawatirkan dari sebuah pemberian ialah benturan kepentingan atau
conflict of interest (COI) dari seseorang yang makan gaji dari negara. Jadi
menolak apapun pemberian ketika seseorang yang sudah menjabat itu yang
direkomendasikan KPK,” jelasnya.

Saut menyatakan, pemberian hadiah ditakutkan menimbulkan ketergantungan,
baik pihak pemberi ataupun penerimanya. Untuk itu, penyelenggara negara
termasuk Jokowi lebih baik menolak segala macam pemberian agar tak
menimbulkan ketergantungan yang pada akhirnya berpotensi memunculkan
korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jadi lebih baik ditolak segala bentuk pemberian, karena akan ada potensi
ketergantungan,” katanya.

Meskipun demikian, Saut menyampaikan selamat kepada Jokowi dan berdoa untuk
Kahiyang dan Bobby yang akan menempuh hidup baru.

“Dari saya buat Kahiyang dan Bobby teriring doa dan selamat menempuh hidup
baru. Sedang buat Pak Presiden saya ucapkan selamat menunggu cucu lainnya.
Salam integritas,” harapnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *