KPK Kantongi Bukti Ganjar Pranowo Terima Uang

Depoliticanews – Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo menolak
dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
terhadap dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Dalam dakwaan dan tuntutan jaksa KPK menyebut Gubernur Jawa Tengah itu
menerima bancakan proyek e-KTP sejumlah USD 520 ribu.

KPK sendiri tak mempermasalahkan klaim dari Ganjar. Menurut Juru Bicara KPK
Febri Diansyah, pihaknya sudah mengantongi bukti penerimaan uang korupsi
terhadap politikus PDIP tersebut.
“Ya tentu saja penuntut umum sudah sampaikan dari awal persidangan penuntut
umum berkesimpulan ada bukti yang kuat dan diuraikan lagi di tuntutan,”
ungkap Febri di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (5/7).

Febri mengatakan, jaksa KPK tak hanya memiliki bukti penerimaan uang oleh
Ganjar, melainkan sejumlah pihak yang namanya disebut menerima uang korupsi
e-KTP dalam dakwaan dan tuntutan.

“Lalu indikasi aliran dana ke sejumlah pihak juga kita sampaikan, karena
menurut JPU sudah didukung bukti-bukti yang ada,” ujar Febri.

Menurut Febri, bukti-bukti yang dimiliki pihaknya akan dia jadikan sebagai
landasan untuk menjerat pihak-pihak yang ikut menikmati aliran dana haram.
Usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus
alias Andi Narogong, Ganjar menyerahkan keputusan kepada Majelis Hakim
Pengadilan Tipikor.

“Yah sekarang majelis hakim yang akan memutuskan. Kan terdakwanya sudah ada
yah, biar kita serahkan saja kepada hakim,” ujar Ganjar di Gedung KPK,
Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Menurut Ganjar Pranowo, dirinya yang sempat diperiksa sebagai saksi untuk
tersangka Irman dan Sugiharto ini sudah memberikan keterangan jujur kepada
para penyidik KPK.

Bahkan, menurut Ganjar saat itu dirinya sempat dikonfrontir dengan pihak
yang disebut memberikan uang kepada dirinya.

“Saya sekali lagi bahagia waktu dikonfrontir oleh Pak Novel (penyidik KPK),
waktu itu orang yang diceritakan memberi uang itu ternyata bilang kalau Pak
Ganjar tidak (menerima),” kata dia.

Dalam sidang perkara korupsi e-KTP, Ganjar yang dihadirkan sebagai saksi
untuk terdakwa Irman dan Sugiharto membantah ikut menikmati aliran dana
proyek senilai Rp 5,9 triliun. Namun kesaksian Ganjar dipatahkan oleh
Muhammad Nazaruddin.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu menyebut penolakan uang oleh
Ganjar lantaran nilainya terlalu kecil. Awalnya Ganjar diberi uang oleh
pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong senilai USD 150 ribu.
Penolakan oleh Ganjar, kata Nazar lantaran Ganjar Pranowo merasa dirinya
sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR pada saat itu. Ganjar minta jatah
bancakan tesebut sama dengan pimpinan DPR lainnya.

“Ribut dia (Ganjar). Dia minta posisinya sama kaya Ketua. Minta nambah.
Dikasih 500 ribu (USD),” kata Nazar di hadapan Majelis Hakim Tipikor
beberapa waktu lalu. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *