KPK Lanjutkan Pemeriksaan Soal Email Novel

Depoliticanews – Pengawas Internal (PI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
dikabarkan akan melanjutkan pemeriksaan soal polemik surat elektronik atau
email dari penyidik Novel Baswedan kepada Direktur Penyidikan (Dirdik)
Brigjen Aris Budiman.

Email pada Februari 2017 yang berisi protes Novel atas mekanisme rekrutmen
penyidik itu telah dilaporkan Aris kepada Pimpinan KPK. Bahkan, dari
pemeriksaan Pengawas Internal, Pimpinan KPK memberikan Surat Peringatan
kedua atau SP2 kepada Novel. Namun, tak lama berselang, SP2 itu dicabut
Pimpinan KPK karena mendapat reaksi sejumlah kalangan.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pencabutan SP2 itu tak
memberhentikan pengusutan kasus tersebut. Pemeriksaan atas persoalan itu
hanya ditunda sementara. Pemeriksaan ini pun harus ditunda lantaran Novel
diteror dua orang tak dikenal dengan disiram air keras pada April lalu
hingga harus dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura hingga kini.

“Iya itu dia. Tentang email ini menindaklanjuti sebelumnya sekitar awal
tahun sudah pernah diperiksa PI menyusul kemudian turun SP2 buat Novel.
Namun, kemudian kasus email tersebut karena ada pro-kontra, kasusnya
di-hold dulu untuk kemudian dilanjutkan. Namun karena ada masalah dengan
kasus mata Novel, pemeriksaan awal ulang tentang email itu ditunda
dibahas,” kata Saut saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (16/9).

Saut mengakui, perkembangan yang terjadi belakangan ini membuat PI akan
melanjutkan pemeriksaan soal polemik email Novel tersebut. Namun, Saut
enggan merinci perkembangan yang dimaksudnya.

“Berhubungan dengan perkembangan belakangan ini, pemeriksaan PI atas Novel
akan dilanjutkan kembali oleh PI,” katanya.

Diketahui, polemik mengenai email ini mencuat setelah Aris melaporkan Novel
ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Aris mengaku merasa
difitnah dan kehormatannya dilanggar oleh Novel melalui email tersebut.
Bahkan, Aris menutup pintu mediasi dengan Novel untuk menyelesaikan
persoalan ini.

Sebelum memutuskan menempuh jalur hukum, Aris mengakui sempat mengupayakan
proses mediasi di internal KPK. Proses mediasi itu turut dihadiri oleh
seluruh penyidik di suatu ruangan. Namun, mediasi itu kandas lantaran Novel
Cs menolak hasil proses pemeriksaan internal. Bahkan, Novel Cs justru
menuding Aris dan penyidik yang berasal dari kepolisian sebagai penyusup
dan pembocor dokumen KPK. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *