KPK Miliki Bukti Korupsi di Jasindo

Depoliticanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan memiliki
bukti permulaan yang cukup untuk menjerat mantan Direktur Utama PT Asuransi
Jasa Indonesia (Jasindo), Budi Tjahjono sebagai tersangka. Budi diketahui
ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penunjukan dan
pembayaran agen dalam lelang penutupan asuransi oil and gas pada 2009,
serta jasa asuransi dan aset proyek pada 2012 di BP Migas.
“Kami sudah memiliki bukti permulaan yang cukup (untuk menetapkan Budi
sebagai tersangka),” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta,
Jumat (5/5).

Pernyataan Febri ini menanggapi Sekretari Perusahaan Jasindo, Yuko Gunawan
yang menyebut penunjukkan agen untuk mengikuti sejumlah tender di BP Migas
itu, sudah merujuk pada aturan dan mekanisme internal yang berlaku. Febri
tak mempersoalkan pernyataan Jasindo. Febri justru meminta pihak Jasindo
untuk menjelaskan hal tersebut dalam proses penyidikan kasus ini.
“Ya silakan saja, yang pasti hal tersebut bisa dijelaskan dalam proses
pemeriksaan,” katanya.

Direksi dan pejabat Jasindo memiliki kesempatan untuk menjelaskan kasus ini
dalam proses pemeriksaan. Dikatakan, Febri, dalam waktu dekat, pihaknya
akan memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat Jasindo yang dianggap
mengetahui dugaan korupsi penunjukan agen ini.

“Jadi, kita akan panggil, kita akan periksa pihak-pihak yang punya
kewenangan dan mengikuti alur dari penunjukkan agen tersebut, sampai proses
pengadaan itu,” papar Febri.

Menurut Febri, pihaknya tidak akan menetapkan Budi sebagai tersangka jika
tidak memiliki bukti permulaan yang cukup. Apalagi, Budi diduga melakukan
korupsi yang merrugikan keuangan negara lantaran menunjuk dan membayar agen
dalam proses lelang yang diikuti Jasindo terkait penutupan asuransi oil and
gas pada 2009, serta jasa asuransi dan aset proyek pada 2012 di BP Migas.

“Tentu saja, indikasi kerugian negaranya di sini dimulai dari penunjukkan
langsung agen sampai pada proses pembayaran terhadap dua agen di dua
pengadaan itu,” katanya.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Dirut PT Jasindo, Budi Tjahjono sebagai
tersangka kasus dugaan korupsi penunjukan dan pembayaran agen dalam lelang
penutupan asuransi oil and gas pada 2009, serta jasa asuransi dan aset
proyek pada 2012 di BP Migas.

Budi diduga memerintahkan bawahannya menunjuk perorangan tertentu untuk
menjadi agen dalam lelang yang diikuti konsorsium yang dipimpin PT Jasindo
di BP Migas pada 2010-2012 dan 2012. Kedua agen itu mendapat komisi dari
Jasindo lantaran konsorsium yang dipimpin perusahaan pelat merah tersebut
memenangkan lelang. Padahal, kehadiran kedua agen tersebut tak diperlukan
dan tak melakukan kegiatan apapun terkait lelang yang diikuti Jasindo dan
konsorsiumnya. Pembayaran fee kepada kedua agen tersebut diduga mengalir
kepada sejumlah pejabat Jasindo. Akibatnya, keuangan negara diduga
dirugikan sekitar Rp 15 miliar.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Budi Tjahjono disangkakan
melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana
telah diubah dengan UU nomer 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak
pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *