KPK Pastikan Akan Panggil Lagi Setnov

Depoliticanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal
kembali memanggil Ketua DPR, Setya Novanto untuk diperiksa sebagai saksi
kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Pemanggilan kembali Ketua Umum Partai
Golkar ini akan dilakukan penyidik sesuai dengan kebutuhan pengusutan kasus
yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

“KPK akan memanggil kembali (Setya Novanto) sesuai kebutuhan penyidikan,”
kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/10).

Setya Novanto diketahui tak memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa
pada Senin (30/10). Febri mengatakan, KPK telah menerima surat dari Novanto
atas ketidakhadirannya kali ini. Dalam surat tersebut, Novanto mengaku
sedang sibuk menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPR.

“Karena kesibukan sebagai Ketua DPR RI dan kegiatan kunjungan ke konstituen
di daerah pemilihan selama masa reses, maka panggilan belum dapat
dipenuhi,” kata Febri.

Novanto diketahui telah berulang kali diperiksa penyidik terkait kasus
dugaan korupsi e-KTP, baik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan
tersangka dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto yang telah
divonis bersalah maupun untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka
pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang kini sedang menjalani
persidangan.

Bahkan, KPK sempat menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus dugaan
korupsi e-KTP. KPK menduga Novanto menguntungkan diri sendiri, orang lain
atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana
yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya terkait proyek e-KTP.

Akibatnya, keuangan negara dirugikan Rp 2,3 triliun dari anggaran sebesar
Rp 5,9 triliun. KPK menduga Novanto melalui pengusaha rekanan Kemdagri,
Andi Agustinus alias Andi Narogong mengatur proyek sejak proses
penganggaran, hingga pengadaan e-KTP tersebut.

Dalam surat dakwaan Andi Narogong, Novanto dan Andi Narogong disebut telah
menerima keuntungan dalam proyek e-KTP ini sebesar Rp574,2 miliar.

Namun, status tersangka itu gugur setelah Hakim tunggal Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan yang
dilayangkan Novanto.

Semenjak gugatan praperadilannya dimenangkan dan tak lagi menyandang status
tersangka, Novanto sudah dua kali tidak memenuhi panggilan Jaksa KPK untuk
dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dugaan korupsi e-KTP dengan
terdakwa Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Melalui surat dari Kesetjenan DPR, Novanto tak dapat hadir dalam
persidangan pada Jumat (20/10) lalu lantaran mengaku harus menghadiri
kegiatan lain. Novanto juga tidak hadir saat dipanggil untuk dihadirkan
sebagai saksi dalam persidangan pada Senin (9/10) lalu. Saat itu, Novanto
tak dapat hadir untuk memberikan kesaksian dengan alasan sedang menjalani
pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara. (Amr)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *