KPK Sita Uang Rp 3,2 M di Rumah Bupati Klaten

Depoliticanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita total uang Rp
3,2 miliar dari hasil pengeledahan di rumah dinas Bupati Klaten Sri Hartini
pada awal Januari 2017 lalu.

Jurubicara KPK Febri Diansyah menjelaskan pihaknya menemukan uang Rp 3
miliar di salah satu kamar di rumah dinas Sri Hartini. Sementara Rp 200
juta ditemukan di kamar Sri yang telah ditetapkan sebagai tesangka suap
promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten.

Menurut Febri, nominal uang yang disita saat pengeledahan lebih besar dari
uang yang diamankan penyidik KPK saat menangkap tangan Sri dan tujuh orang
lainnya di Klaten pada 30 Desember 2016 lalu.

“Di hari pertama Minggu, 1 Januari, ada tiga lokasi, salah satunya di rumah
dinas Bupati. Jadi dari rumah dinas Bupati di kamar yang diduga kamar anak
bupati dilemari temukan Rp 3 miliar. Dan yang kedua di lemari Bupati
sekitar Rp 200 juta,” ungkap Febri di Kantornya, jalan HR Rasuna Said,
Jakarta Selatan, Kamis (5/1).

Febri menambahkan dalam pengeledahan pada Senin (2/1) lalu, penyidik
menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap
promosi jabatan di Pemkab Klaten.

“Hari kedua ada tiga kantor yang digeledah mulai dari kantor Bupati, kantor
BKD dan kantor inspektorat,” ujarnya.

Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan Sri dan Kasi SMP Dinas
Pendidikan Klaten Suramlan sebagai tersangka.

Menurut Febri menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain
yang dijerat. Sebab, dari besaran uang yang ditemukan saat operasi tangkap
tangan, KPK diduga pemberi dan penerima lebih dari satu orang.

“SHT (Sri Hartini) ditetapkan tersangka menggunakan pasal 55 KUHP, jadi ada
sejumlah pihak yang diduga melakukan secara bersama-sama. Bisa ikut
menerima bisa ikut melakukan dalamrangka kerja sama, dan pihak lain yang
diduga memberi,” ujarnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *