KPK Tetapkan Andi Narogong Jadi Tersangka Korupsi E-KTP

Depoliticanews – Kematian Patmi salah seorang aktivis Kendeng menyisakan duka yang mendalam. Menurut I Wayan Titib Sulaksana pengamat hukum Universitas Airlangga, Patmi adalah Syuhada Lingkungan, yang berjuang untuk kelestarian lingkungan hidup masyarakat Kendeng.
“Saya salut dengan kegigihan almarhumah dalam melawan hegemoni kapitalis yang didukung oleh pemerintah lokal Jawa Tengah dengan segala kepongahannya melibas rakyat kecil yang lemah dan tidak berdaya,” ujarnya kepada depoliticanews, Jumat (24/3).
Presiden Joko Widodo, lanjutnya, sudah seharusnya mengambil kebijakan untuk menghentikan pendirian pabrik semen yang sudah pasti akan merusak dan menghancurkan lingkungan pegunungan Kendeng.
“Pada akhirnya nanti yang menerima azab adalah rakyat kecil yang tinggal di daerah tersebut. Kalau beliaunya (Jokowi) peduli dengan rakyat yang dahulu memilih dan mengantarkan ke tampuk kekuasaan tertinggi di republik ini,” tukasnya.
Apakah pendirian pabrik semen melanggar hukum dengan tidak mengindahkan hak-hak rakyat kecil ?
“Kalau tidak melanggar hukum dan tidak mengindahkan rakyat kecil, mengapa terjadi perlawanan rakyat berupa gugatan hukum di PTUN atas izin pendirian pabrik dilanjutkan dengan demonstrasi?” jawabnya.
Mengapa pemerintah malah dengan mudahnya memberikan izin meskipun gugatan hukum warga menang di Mahkamah Agung ?
“Itulah tandanya pemerintah sekarang sudah tidak ada lagi, menghormati hukum dan tidak taat hukum, tidak melaksanakan putusan MA. Lalu mau dibawa kemanakah bangsa dan negara ini? Jawaban yang pasti tanyakan pada Joko Widodo Presiden RI yang pro rakyat?” pungkasnya. (Amr)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *