KPK Tetapkan Setnov Sebagai Tersangka

Depoliticanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini mengumumkan
penetapan Setya Novanto tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan
proyek KTP Elektronik.

Tersangka baru itu berinisial SN, anggota DPR periode 2009-2014 yang
sekarang menjabat Ketua DPR RI.

Pengumuman itu disampaikan oleh Agus Rahardjo Ketua KPK, Saut Situmorang
Wakil Ketua KPK dan Febri Diansyah Juru Bicara KPK, petang hari ini di
Gedung KPK, Jakarta Selatan.

“KPK menetapkan saudara SN, anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka
kasus KTP Elektronik. KPK akan terus bekerja keras menangani kasus-kasus
korupsi. Perkembangan penanganan perkara KTP Elektronik akan kami sampaikan
sebagai bentuk pertanggungjawaban KPK kepada seluruh Rakyat Indonesia yang
sama-sama berkomitmen memberantas korupsi,” kata Agus Rahardjo di Gedung
KPK, Senin (17/7).

Sebelumnya, pada persidangan di Pengadilan Tipikor, Muhammad Nazaruddin
mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, menyebut SN punya peran penting
dalam proses penganggaran dan pengadaan KTP Elektronik.

Jaksa KPK juga meyakini adanya peran SN selaku Ketua Fraksi Golkar, dalam
kasus korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Jaksa KPK waktu membacakan surat tuntutan
terhadap Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/6).

Dengan penetapan SN sebagai tersangka, KPK sampai sekarang sudah menetapkan
empat orang tersangka termasuk Irman dan Sugiharto mantan pejabat
Kementerian Dalam Negeri, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong dari unsur
swasta.

Dari pengembangan kasus KTP Elektronik, KPK menetapkan Miryam S Haryani
anggota DPR dari Fraksi Hanura, karena diduga telah memberikan keterangan
tidak benar dalam persidangan.

Kemudian, penyidik menetapkan Markus Nari anggota Fraksi Golkar sebagai
tersangka yang menyuruh Miryam memberikan keterangan tidak benar, dan
mencabut berita acara pemeriksaan di tingkat penyidikan. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *