KPK Yakini Suap Untuk Eddy Rumpoko Sudah Diberikan Duluan

Depoliticanews – Walikota Batu Eddy Rumpoko membantah menerima uang suap
ratusan juta dari pengusaha terkait pengurusan proyek. Namun pihak KPK
meyakini suap dari pengusaha Filipus Djap sudah diberikan kepada Eddy.
Keyakinan KPK didasari dengan sudah adanya komunikasi antara Eddy dengan
Filipus sebelum penangkapan dilakukan. Dalam komunikasi tersebut, terdapat
kode ‘undangan’ yang diduga terkait dengan penyerahan uang.

“Ada informasi yang kami terima bahwa indikasi penerimaan suap menggunakan
kode ‘undangan’. Itu sedang kami kembangkan juga lebih lanjut. Indikasi
penerimaan sudah terjadi, baik untuk kepentingan pembayaran mobil saat itu
ataupun komunikasi dan persetujuan terkait aliran dana,” kata Juru bicara
KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (20/9).

Febri enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai maksud kode ‘undangan’
tersebut, sebab menurut dia hal tersebut masih didalami penyidik. “Belum
bisa dipastikan kode apa, itu muncul di sana,” kata dia.

Terkait adanya bantahan dari Eddy, Febri menyebut bahwa hal tersebut tidak
akan mempengaruhi penyidikan yang sedang dilakukan. Ia menegaskan bahwa
penyidik sudah mengantongi bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Eddy
sebagai tersangka.

“Kalau bantah tersangka itu silahkan saja, banyak pihak juga membantah,
silakan sampaikan ke penyidik disertai bukti yang ada. Setelah operasi
tangkap tangan dilakukan, kemudian kami ekspose bukti apa yang kami miliki,
minimal dua alat bukti terhadap orang-orang tertentu tingkatkan
penyidikan,” ujar dia.

Eddy Rumpoko bersama dengan Edi Setiawan, Kepala Bagian Layanan dan
Pengadaan (Kabag ULP) Pemkot Batu, ditetapkan tersangka terkait suap proyek
pengadaan barang di Pemkot Batu senilai Rp 5,26 miliar. Keduanya diduga
menerima suap dari Filipus Djap yang juga ditetapkan sebagai tersangka.
(Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *