Lamongan Seriusi Garap SAKIP

Depoliticanews – Manajemen pemerintahan Pemkab Lamongan sudah masuk kategori baik. Namun itu
rupanya belum cukup bagi Bupati Fadeli.

Penilaian baik itu didasarkan pada peringkat Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2016 yang bernilai B.
Fadeli merasa masih perlu ada peningkatan kinerja agar bisa menjadi BB
bahkan A.

Karena itu dalam penyusunan SAKIP tahun ini keseriusan penataan
ditunjukkan dengan mengundang anggota tim evaluator Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Ananda
Juarsa sebagai pendamping.

Selain itu mulai tahun ini, penyusunan dokumen Sakip akan lebih
efisien dengan memanfaatkan aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK). Aplikasi itu adalah Mbak Elsa yang merupakan akronim dari
Memantapkan Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja Melalui Elektronik Lamongan
SAKIP.

Keseriusan itu juga ditunjukkan Fadeli dengan memastikan
Workshop Implementasi SAKIP Tahun 2017 di Ruang Pertemuan Sasana Nayaka,
Senin (29/5) diikuti langsung oleh masing-masing Kepala Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) dan Camat.

“Dilaksanakannya kegiatan ini adalah wujud komitmen kami terhadap
penyelenggaraan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di Kabupaten
Lamongan. Karena nilai B yang diperoleh oleh Kabupaten Lamongan ini masih
nilai B tipis. Sehingga kedepan masih perlu usaha keras dari kita semua
agar menjadi B gemuk, atau akan lebih baik lagi jika bisa meningkat menjadi
BB atau bahkan A, “ ungkap Fadeli.

Sementara Ananda Juarsa dalam workshop itu menjelaskan penilaian SAKIP
bukan untuk menilai kinerja Pemkab Lamongan, tetapi akuntabilitas
kinerjanya.

“Penilaian SAKIP bukanlah kinerjanya tetapi akuntabilitasnya. Yakni
kesadaran untuk berkinerja, berkomitmen, kesetiaan dalam bekerja dan budaya
kerjanya yang meliputi kejujuran, integritas, rasa malu, keseriusan serta
aspek spiritulitasnya, “ katanya menjelaskan.

Menurut dia, SAKIP bertujuan untuk mengembalikan pola pikir yang
seharusnya. Karena selama ini aparatur negara keliru dalam berpola pikir.

Kebanyakan aparatur menurut Ananda orientasinya tidak pada hasil, tetapi
hanya input saja. “Yang penting anggaran terserap, padahal bukan itu yang
seharusnya. Melalui SAKIP, kita berusaha mengubah pola pikir tersebut, “
ungkap Ananda Juarsa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni 29-30 Mei 2017.
Dimana tiap kepala OPD dan Camat akan memaparkan SAKIPnya masing-masing di
depan Ananda Juarsa dan pendamping dari Biro Organisasi Setdaprop Jatim
Dwi Suyantono.(sta)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *