Laskar Muda Hanura Ancam Polisikan Ketua KPK

Depoliticanews – Ketua Umum Laskar Muda Hanura (Lasmura) Dr Muhamad Guntur
akan melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo ke
Bareskrim Mabes Polri karena tuduhan menghina Ketua Umum Partai Hanura
Oesman Sapta Oedang (OSO).

Agus dalam sebuah diskusi mengatakan rangkap jabatan yang dipegang OSO
menunjukkan posisinya di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seperti berkelamin
ganda, karena dia sebagai perwakilan daerah masih tercampur unsur dari
partai politik.

“Kalau terjadi kasusnya Pak OSO, jadi seperti banci kan ini. Ini daerah kok
ada unsur partainya,” kata Agus ketika itu.
Guntur meminta Ketua KPK menarik pernyataan yang dianggap menghina OSO itu.
Jika tidak, Lasmura akan melaporkan dia.

“Bilamana Ketua KPK tidak menarik kata berkelamin ganda dan banci, maka
laskar muda akan melaporkan Ketua KPK ke Bareskrim Mabes Polri,” kata
Guntur di Jakarta, Jumat (5/5).

Guntur mengingatkan Ketua KPK untuk tidak berbicara tentang politik yang
dia tidak mengerti, sementara KPK saat ini, menurut dia, kerjanya stagnan.
Dia menilai KPK sekarang hanya mengejar kasus-kasus kecil yang kesannya
untuk pencitraan.

“Mereka tidak berani menyentuh pemain-pemain kakap yang jelas-jelas sudah
banyak bukti tetapi tidak dilanjuti, seperti kasus BLBI, Sumber Waras,
kasus reklamasi dan eKTP yang masih jalan di tempat,” kata dia.

Sebagai informasi, KPK saat ini tengah menyidik kasus Bantuan Likuiditas
Bank Indonesia (BLBI) dengan menetapkan mantan ketua Badan Penyehatan
Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung sebagai tersangka.
Sednagkan untuk kasus korupsi eKTP, sudah ada kemajuan dengan dimulainya
persidangan sejumlah terdakwa.

Soal kebingungan Ketua KPK terkait banyaknya politisi yang masuk DPD,
Guntur mengatakan Agus tidak usah bingung, tetapi “rajin-rajinlah membaca”.
“Kalau ketua KPK bingung suruh baca tafsir soal DPD di Putusan MK (Mahkamah
Konstitusi) saja. Kalau MK tidak memasalahkan ketua DPD RI dari Parpol,
kenapa ketua KPK memasalahkan? Itu berarti ketua KPK berpolitik,” tandas
dia.

Sebelumnya, Agus melancarkan serangan terbuka kepada Ketua DPD Oesman Sapta
Odang yang kini merangkap tiga jabatan, dua lainnya adalah sebagai Wakil
Ketua MPR dan Ketua Umum Partai Hanura.
Menurut Agus, seharusnya keanggotaan DPD bersih dari partai, mengingat
cita-cita dibentuknya DPD itu untuk mengakomodir perwakilan dari
masing-masing daerah di Indonesia.

“Idenya untuk DPD dulu apa sih, keterwakilan partai atau daerah? Kalau
daerah, ya harusnya dipisahkan. Kalau Anda partai, ya Anda yang di DPR.
Jadi harus ada peraturan yang jelas,” ujarnya dalam sebuah diskusi di
kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (4/5). (Amr)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *