LSPI: Gus Ipul 31,69 persen, Risma 24,31 persen, Khofifah 21,74 persen

Depoliticanews – Pilkada Jawa Timur tampak tidak terlalu menarik jika
tokoh-tokoh yang selama ini dipandang layak untuk serta dalam kontestasi
justru menjauh atau malah melebur. Itu karena dominasi wakil gubernur
petahana tak bisa dihentikan kecuali dengan majunya para lawan politiknya
selama ini.

Hal ini diungkapkan Koordinator Riset Lembaga Survei Politik Indonesia
(LSPI) Muchtar S Shihab. Menurut Muchtar, dalam survei terbaru lembaganya,
elektabilitas Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sudah
mencapai angka 31,69 persen. “Angka ini cukup tinggi dan mempunyai
kecenderungan naik di masa survei berikutnya,” ujarnya seperti rilis yang
diterima depoliticanews, Rabu (12/7).

Posisi kedua dan seterusnya diduduki oleh Tri Rismaharini dengan
elektabilitas sebesar 24,31 persen kemudian Khofifah Indar Parawansa 21.74
persen, Abdullah Azwar Anas 9,32 persen dan Abdul Halim Iskandar 4,97
persen.

Muchtar menjelaskan, Saifullah Yusuf dan Tri Rismaharini merupakan dua
figur beda ideologi yang layak bertarung. Basis pemilih pun berbeda.
Sedangkan basis pemilih Khofifah Indar Parawansa dengan Gus Ipul hampir
mirip.

“Jika khofifah tidak ikut serta dalam kontestasi, Gus Ipul diuntungkan.
Jika Risma berpasangan dengan Gus Ipul, pilkada Jatim sudah selesai sebelum
ditabuh,” ujarnya.

Peta politik Jatim, menurut LSPI, seharusnya dibuat menarik. Caranya dengan
meminta partai politik bertarung secara jantan. Koalisi yang dibangun jauh
hari sebelum masa pendaftaran justru membuat pilkada lesu dan tak
bergairah. Apalagi jika justru yang berkoalisi adalah dua kekuatan politik
besar di sana.

“Jawa Timur sebenarnya mirip dengan Jawa Barat, bisa jadi barometer
nasional. Ini jika kekuatan nasionalis adu kerbau dengan kekuatan Islam,
kita tunggu saja bagaimana nanti laganya, Belanda masih jauh,” tukas
Muchtar.

Pilgub Jatim 2018 akan dihelat pada 27 Juni. Pilgub ini diikuti sekitar 32
juta lebih pemilih dan mereka tersebar di 38 kabupaten/kota di provinsi
ini. Pilgub Jatim 2018 berbarengan dengan pilkada di 18 kabupaten/kota di
Jatim.

Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun untuk menggelar pesta demokrasi
langsung ini. Dari anggaran sebesar itu, sekitar Rp 817 miliar di antaranya
dialokasikan ke KPU Jatim dan sisanya untuk Bawaslu, petugas keamanan
(TNI-Polri), dan untuk kepentingan lainnya.

Sejumlah nama tampil disebut-sebut sebagai bakal cagub dan atau cawagub
Jatim. Di samping ketiga nama di atas, ada nama Ketua PDIP Jatim Kusnadi,
Bupati Ngawi Kanang Budi Sulistyo, Kepala Itwilprov Jatim Nurwiyatmo,
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, anggota DPRD Jatim dari PDIP
Suhandoyo, Bupati Bojonegoro H Suyoto, mantan Bupati Lamongan HM Masfuk,
Ketua Kadin Jatim La Nyalla M Mattalitti, dan lainnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *