Mahasiswa FST Unair Temukan Solusi Cuci Darah Lebih Optimal

Depoliticanews – Cuci darah atau Hemodialisis bagi penderita gagal Ginjal
butuh biaya yang tidak sedikit. Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi
(FST) Universitas Airlangga pada penelitiannya menemukan solusi yang
berpotensi meningkatkan hemodialisis dengan kinerja lebih optimal.

“Penanganan kasus gagal ginjal di Indonesia saat ini, menurut Menkes,
terkendala biaya yang mahal dan keterbatasan alat cuci darah, sedangkan
penderitanya sekitar 3000 orang dan banyak yang berakhir dengan kematian.
Karena itulah kami berusaha membantu mencari solusinya,” terang Januardi
Wardana ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian Eksakta
(PE), FST Unair kepada depoliticanews, Kamis (29/6).

Tim beranggotakan Bella Prelina, Ahya Isyatir Rodliyah, dan Zakiyatus
Syukriyah, serta Januardi Wardana ini melakukan penelitian pada program
PKM, dengan proposal berjudul: *Potensi Cation Exchanger Zeolit A Sebagai
Hemoadsorben Penderita Gagal Ginjal*, mendapat dana Kemenristekdikti untuk
program PKM tahun 2017.

Organ ginjal bertugas menyaring sisa-sisa metabolisme untuk dibuang keluar
tubuh manusia. Apabila ginjal tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik,
maka akan mengalami gagal ginjal. Penyebab utama gagal ginjal ini antara
lain pola hidup yang tidak sehat, serta akibat tingginya kadar uremik
toksin dalam darah.

Ada berbagai macam jenis uremik toksin, salah satunya adalah kreatinin yang
merupakan asam organik yang memiliki gugus nitrogen dan diproduksi dalam
tubuh manusia, terutama pada hati, ginjal, dan pankreas.

Secara fisiologis, konsentrasi normal kreatinin dalam darah 1,2 hingga 5
mg/dL. Apabila melebihi batas, maka dapat dikategorikan sebagai penyakit
gagal ginjal.

“Sementara itu proses hemodialisis selama ini biasanya terjadi dalam waktu
relaif lama. Jadi pasien mengalami rasa sakit dan tidak nyaman. Untuk itu
diperlukan suatu bahan tambahan yang mampu meningkakan kualitas
hemodialisis. Melalui PKM-PE inilah kami meneliti kemampuan zeolit dan
zeolit yang ter-imprinted kreatinin untuk adsropsi kreatinin,” tambah
Januardi.

Penelitian PKM-PE ini dilakukan di Universitas Airlangga dan Amtec,
Malaysia. Penelitiannya diawali dengan membuat zeolit terlebih dahulu.
Bahan dasar yang digunakan adalah natrium aluminat, silikon dioksida, dan
air. Pembuatan zeolit ini menggunakan metode hidrotermal pada suhu 1000C.

“Sedangkan *imprinted zeolit* merupakan zeolit yang telah tercetak porinya
dengan pori kreatinin. Untuk membuatnya kami tambahkan larutan kreatinin ke
dalam suspensi zeolit dan dilakukan ekstrak dengan air panas hingga pH-nya
netral, sehingga harapan kami pori-pori zeolit yang terbentuk memliki
kesamaan dengan pori-pori kreatinin dan proses adsorpsi semakin cepat
berlangsung,” tambah Bella Prelina.

Zeolit yang dipilih digunakan karena mudah dalam sintesisnya dan memiliki
potensi besar dalam penyerapan limbah metabolik penderita gagal ginjal.
Zeolit memiliki sifat fisika dan kimia yang unik, yakni meliputi dehidrasi,
adsorben dan penyaring molekul, katalisator dan penukar ion.

Sifat zeolit sebagai adsorben dan penyaring molekul, juga dimungkinkan
sebagai material berpendukung hemoadsorben yang memiliki tingkat akurasi
tinggi, sehingga menjadikannya adsorben yang selektif dan mempunyai
efektivitas adsorpsi yang tinggi.

“Pada penelitian ini kami membuat zeolit dan zeolit yang telah terimprinted
porinya. Kami meneliti kemampuan adsorpsinya dalam variasi waktu adsorpsi,”
tambah Zakiyatus Syukriyah.

Juga ditambahkan oleh Januardi, bahwa dalam rentang waktu 15 menit, zeolit
mampu mengadsorpsi kreatinin sekitar 40%. Sedangkan zeolit yang
terimprinted sekitar 60%. Diantara keduanya, zeolit yang porinya telah
terimprinted memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan zeolit biasa.

“Karena zeolit yang ter-imprinted lebih selektif. Sekaligus membukikan
bahwa zeolit memiliki kemampuan sebagai adsorben uremik toksin, sehingga
memiliki potensi untuk hemodialisis kreatinin,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *