Malam Lailatul Qodar 2017 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Jawabannya!

Malam Lailatul Qodar 2017 jatuh pada tanggal berapa? Demikian pertanyaan yang muncul dalam 10 hari terakhir Ramadhan untuk menyambut Malam Kemuliaan yang dikisahkan dalam Surat Al-Qadar ayat 1 hingga 3 ini. Kapan Lailatul Qadar tiba sepenuhnya rahasia Allah. Meskipun demikian, umat Islam diberi petunjuk oleh Rasulullah saw. untuk meraba kira-kira tanggal berapakah momen yang paling tepat untuk mendapatkan barakah malam ini.

Lailatul Qadar atau Malam Kekuatan/Malam Kemuliaan, dilukiskan sebagai malam yang lebih mulia daripada malam 1000 bulan. Jika dibuat dalam hitungan matematis, anugerah yang didapatkan seseorang di malam ini setara dengan anugerah dalam 83 tahun. Pada malam inilah seluruh wahyu Alquran diturunkan ke langit bumi.

Diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Carilah lailatul qadar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan”. (H.R. Bukhari dan Muslim). Lebih spesifik lagi, Nabi juga menyebutkan, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari).

Jika kita melihat kalender masehi, maka hari yang paling mungkin terjadinya Lailatul Qadar tahun ini adalah di antara tanggal 15 Juni (malam ke-21), 17 (malam ke-23), 19 (malam ke-25), 21 (malam ke-27), dan 23 Juni (malam ke-29). Satu malah sudah terlewati, dan kini tersisa empat malam lagi, dengan asumsi Lailalul Qadar terjadi pada malam ganjil.

Malam Lailatul Qodar 2017 Jatuh Pada Tanggal Berapa Ini Jawabannya!

Namun, sabda Rasulullah saw. juga menyiratkan, kemungkinan Lailatul Qadar tidak jatuh di tanggal ganjil. Ungkapan beliau, bahwa umat Islam diminta mencari Lailatul Qadar dalam 10 hari terakhir, memungkinkan malam tersebut juga bisa tiba di malam genap.

Namun sejatinya yang paling utama adalah, bukan upaya mencari Lailatul Qadar tersebut. Upaya tersebut penting; tapi diharapkan dengan pencarian tersebut, yang tidak diberitahu oleh Rasulullah saw. kapan tanggal pastinya, membuat seorang muslim untuk beribadah secara tulus; dan tidak terpatok pada kekakuan.

Nabi saw. sendiri selalu mengajak keluarga beliau untuk beriktikaf dalam 10 hari terakhir Ramadhan, tanpa memberikan spesifikasi di hari-hari tertentu. Maknanya, pencarian Lailatul Qadar adalah sesuatu yang terus-menerus; tanpa berharap berlebihan mendapatkannya. Atau dalam kata lain, ini adalah pencarian yang sepenuhnya didasarkan pada harapan cinta dari Allah, agar Ia memasukkan kita sebagai hamba-hamba beruntung yang mendapatkan barakah Malam Kemuliaan.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *