Mantan Dirut Garuda Ditetapkan Sebagai Tersangka

Depoliticanews – Emirsyah Satar mantan Direktur Utama PT.Garuda Indonesia
ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK).

Kasus suap itu diduga terkait pembelian 50 buah mesin Trent 700 produksi
Rolls Royce, untuk pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia, dari tahun 2005
sampai 2014.

Dari hasil pengusutan, KPK menemukan sejumlah bukti, antara lain uang
senilai Rp20 miliar pecahan Euro dan Dollar AS, dalam rekening Emirsyah di
Singapura.

Atas penetapan status ini, Laode Muhammad Syarif Wakil Ketua KPK menegaskan
kalau kasus ini individual, tidak terkait dengan PT.Garuda Indonesia
sebagai korporasi.

“Dalam proses investigasi kasus ini, KPK mendapat bantuan dari pihak Garuda
Indonesia untuk mendapatkan bukti-bukti yang signifikan. Dan, karena
perkara ini bersifat individual, maka Garuda Indonesia kemungkinan
dibebaskan dari tuntutan korupsi,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Jumat
(20/1).

Selain Emirsyah Satar, KPK juga menetapkan Sutikno Sudarjo, pengusaha
swasta, yang berperan sebagai perantara suap pembelian mesin Rolls Royce,
sebagai tersangka.

Karena kasus ini bersifat lintas negara, KPK menggandeng Serious Fraud
Office lembaga anti korupsi Inggris, dan Corrupt Practices Investigation
Bureau, lembaga anti korupsi Singapura.

Diduga, praktik suap seperti ini juga dilakukan Rolls Royce di sejumlah
negara, seperti Malaysia, Thailand, China, Brasil dan India. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *