Mantan Mendagri Diyakini Ikut Nikmati Korupsi e-KTP

Depoliticanews – Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi diyakini ikut
menerima dan menikmati uang hasil korupsi proyek pendadaan kartu tanda
penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Proyek yang diduga merugikan uang
negara senilai Rp 2,3 triliun.

Keyakinan itu disampaikan jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan dua
terdakwa kasus e-KTP, Irman dan Sugiharto. Menurut jaksa, penerimaan uang
oleh Gamawan itu disertai bukti-bukti.

“Adanya aliran uang untuk Gamawan Fauzi telah didukung bukti dan keterangan
para saksi,” kata jaksa KPK Riniyati Karnasih saat membacakan surat
tuntutan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tiikor Jakarta Pusat,
Kamis (22/6).

Menurut jaksa, saksi yang mengungkapkan Gamawan menerima dan menikmati
aliran uang e-KTP seperti yang disampaikan oleh mantan Bendahara Umum
Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Dan jaksa yakin keterangan itu benar
adanya.

Bahkan, kata jaksa, keterangan Nazar itu diperkuat oleh mantan Sekretaris
Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraini saat dihadirkan sebagai
saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Dalam persidangan Diah menjelaskan bahwa ia pernah mendapat keluhan dari
pengusaha pelaksana proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Menurut Diah, Andi mengeluhkan Irman yang terus menerus meminta uang untuk
Gamawan Fauzi.

“Adanya aliran dana dari Afdal Noverman Rp 1 miliar secara tunai juga
menambah keyakinan jaksa penuntut umum adanya aliran uang ke Gamawan
Fauzi,” kata jaksa.

Bukan hanya mereka, adik Gamawan, Azmin Aulia mengakui bahwa ia membeli
ruko dan tanah milik Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos.
PT Sandipala merupakan anggota konsorsium pelaksana proyek e-KTP. Pembelian
itu diduga sebagai media untuk pemberian suap.

“Keyakinan menjadi sempurna ketika aset Paulus Tanos dibeli Azmin Aulia
dengan harga di bawah pasar,” kata jaksa Rini.

Gamawan dalam surat dakwaan disebut diperkaya sebesar 4.5 juta dollar AS,
atau lebih dari Rp 60 miliar dari proyek e-KTP. Namun, Gamawan dalam
persidangan saat dihadirkan sebagai saksi mengklaim tidak menerima uang
korupsi e-KTP. Bahkan dia minta didoakan cepat mati apabila dia ikut
menerima uang korupsi e-KTP. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *