Menlu Berangkat ke Myanmar, Temui Aung San Suu-Kyi

Depoliticanews – Retno Marsudi Menteri Luar Negeri RI berangkat menuju
Myanmar untuk menemui Daw Aung San Suu Kyi “State Counsellor” Myanmar guna
membahas isu kemanusiaan di Rakhine State. Menteri luar negeri berangkat ke
Myanmar atas perintah Joko Widodo Presiden.

“Setelah berkomunikasi dengan Pemerintah Myanmar, sore ini saya akan
berangkat menuju Myanmar untuk bertemu dengan State Counsellor/Menlu
Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi,” kata Menlu RI Retno Marsudi, Minggu (3/9).

Menyikapi situasi yang memanas di Rakhine State, Pemerintah Indonesia telah
mengambil berbagai langkah guna mendorong Pemerintah Myanmar untuk segera
memulihkan keamanan dan stabilitas di Rakhine State.

Melalui pernyataan tertulis yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri pada
29 Agustus 2017, Pemerintah RI meminta agar semua pihak di Rakhine State
menghentikan aksi kekerasan, memberikan perlindungan keamanan secara
inklusif, memulihkan keamanan serta menghormati hak asasi manusia (HAM)
masyarakat di Rakhine State, termasuk masyarakat Muslim.

Mengingat dinamisnya situasi di Rakhine State, Menlu Retno terus
berkomunikasi dengan Penasehat Keamanan Nasional Myanmar U Thaung Tun,
Menlu Bangladesh Mahmood Ali, dan mantan Sekjen PBB Kofi Annan, yang
Menjadi Ketua Advisory Commission on Rakhine State.

Komunikasi dan koordinasi tersebut bertujuan untuk mengetahui situasi di
lapangan dan upaya yang dapat dilakukan untuk menangani bantuan kemanusiaan.

Sebagai tindak lanjut dari rencana program bantuan Indonesia ke Myanmar,
Menlu Retno pada 31 Agustus 2017 meluncurkan Program Humanitarian
Assistance for Sustainable Community (HASCO) untuk Myanmar.

Program tersebut merupakan komitmen dari 11 lembaga swadaya masyarakat
(LSM) tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM).

Program itu bertujuan untuk memberikan bantuan jangka menengah dan panjang
bagi rakyat Myanmar secara inklusif, khususnya di Rakhine State, dalam
empat prioritas bantuan, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi dan
pembangunan kapasitas. Nilai bantuan kemanusiaan mencapai dua juta dolar AS
yang dananya merupakan donasi masyarakat Indonesia.

Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah-langkah diplomasi optimal agar
dapat membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Myanmar. Menlu RI aktif
berkomunikasi dengan Sekjen PBB, Antonio Guterres, untuk membahas situasi
di Rakhine pada 1 September 2017.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah pentingnya
untuk segera mengatasi situasi kemanusiaan saat ini di Rakhine State dan
seruan agar semua bentuk kekerasan segera dihentikan serta proteksi yang
harus diberikan kepada seluruh masyarakat Myanmar.

“Sekjen PBB mengapresiasi peran Indonesia dan harapkan Indonesia
melanjutkan perannya dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di
Rakhine State,” tutur Menlu Retno.

Selain bertemu dengan Daw Aung San Suu Kyi, Menlu Retno direncanakan juga
akan bertemu dengan beberapa pejabat tinggi Myanmar lainnya, yakni
Commander in Chief of Defense Services, Senior General U Min Aung Hlaing,
Menteri pada kantor Presiden, U Kyaw Tint Swe, dan Penasehat Keamanan
Nasional U Thaung Tun.

“Perjalanan ke Myanmar membawa amanah masyarakat Indonesia agar Indonesia
dapat membantu mengatasi krisis kemanusian dan juga harapan dunia
internasional agar krisis kemanusiaan segera diselesaikan,” ujar Menlu
Retno. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *