Menpar Titipkan Promosi Wisata pada 23 Dubes Baru

Depoliticanews – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menitipkan promosi
pariwisata Indonesia kepada 23 calon duta besar (dubes) baru. Dengan
mengusung spirit Indonesia Incorporated, Menpar berharap langkah ini
menjadikan promosi wisata menjadi lebih efektif.

“Kalau kita solid, tidak ada yang bisa mengalahkan pariwisata Indonesia,”
ujar Arief, di Jakarta, Selasa (17/1).
Arief memaparkan, ke depan, pariwisata akan menjadi tulang punggung
perekonomian nasional. Pada 2019, industri pariwisata diproyeksikan menjadi
penghasil devisa terbesar, US$ 24 miliar, melampaui sektor migas dan
mineral. “Dampak dari devisa itu langsung dirasakan oleh seluruh lapisan
masyarakat,” ujarnya.

Dia mengakui, di kawasan ASEAN, Thailand merupakan pesaing utama, dengan
pendapatan lebih dari US$ 40 miliar dari sektor pariwisata. “Tahun 2019,
Pariwisata Indonesia ditargetkan menjadi yang terbaik di kawasan regional,
bahkan melampaui ASEAN,” katanya.

Keyakinan itu didasari kenyataan kampanye “Wonderful Indonesia”, yang
semula tidak masuk ranking di dunia, mulai tahun 2015 melesat lebih dari
100 peringkat menjadi ranking 47. “Ini sudah mengalahkan country branding
‘Truly Asia Malaysia’ di ranking 96, dan country branding ‘Amazing
Thailand’ di ranking 83. Country branding ‘Wonderful Indonesia’ ini
mencerminkan positioning dan differentiating pariwisata Indonesia yang
semakin diperhitungkan di level dunia,” kata Arief Yahya.

Arief menekankan, selama ini pihaknya menempatkan Malaysia dan Thailand
sebagai pesaing utama di bidang pariwisata. Malaysia disebut sebagai “musuh
emosional”, sedangkan Thailand menjadi “lawan professional.” “Agar bisa
berkonsentrasi dengan target juara, maka harus menciptakan lawan
bertanding,” jelasnya.

Menpar juga menyebutkan, Indonesia sangat berpotensi sebagai tourism hub
country. “Dengan menjadi tourism hub, yang pada prinsipnya menciptakan
people-to-people relationship, maka diyakini trade dan investment akan ikut
tumbuh dengan pesat,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Menpar menegaskan, pariwisata sangat berpotensi
menjadi core business negara. “Karena pariwisata adalah penyumbang PDB,
devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah,” jelasnya.

Hal itu tercermin dari, pertama, pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional,
tertinggi di ASEAN.

“Pertumbuhan PDB pariwisata di atas rata-rata industri,” ungkapnya.
Kedua, soal devisa, peringkat ke-4 penyumbang devisa nasional, yakni
sebesar 9,3%. “Pertumbuhan penerimaan devisa tertinggi, yaitu 13%.
Sedangkan, biaya marketing hanya 2% dari proyeksi devisa,” jelasnya.
Ketiga, pariwisata adalah penyumbang 9,8 juta lapangan kerja, atau 8,4%.
(Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *