MUI Keluarkan Fatwa Hukum dan Pedoman Perilaku di Medsos

Depoliticanews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait
hukum dan pedoman bermuamalah atau berperilaku melalui media sosial. Ketua
Umum MUI, KH Ma’ruf Amin menyampaikan, fatwa ini lahir, berangkat dari
keprihatina MUI terkait banyaknya konten-konten negatif di media sosial
yang meresahkan, seperti ujaran kebencian, berita bohong, pornografi,
hingga konten-konten yang sudah mengarah kepada permusuhan.

“Fatwa ini lahir dari keprihatinan MUI terhadap perkembangan maraknya
konten media sosial yang tidak saja positif, tetapi juga negatif. Dengan
adanya fatwa ini, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak menggunakan media
sosial,” ujar KH Ma’ruf Amin, di gedung Kementerian Komunikasi dan
Informatika, di Jakarta, Senin (5/6).

Ketua MUI menambahkan, hadirnya fatwa ini bukan berarti melarang masyarakat
menggunakan media sosial, tetapi hanya sebagai tuntunan dan bimbingan dalam
menggunakan media sosial, supaya tidak sampai kebablasan.
“Kebebasan di media sosial saat ini sudah kebablasan, jadi harus
dikendalikan, diedukasi kembali, dan ditata ulang. Kita ingin meluruskan
kembali cara berfikir, bertutur dan bersikap masyarakat,” tuturnya.

Dalam fatwa ini disebutkan, setiap muslim yang bermuamalah melalui media
sosial harus senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tidak
mendorong kekufuran dan kemaksiatan, mempererat persaudaraan, serta
memperkokoh kerukunan.

Selain itu, dalam fatwa ini setiap muslim yang bermuamalah melalui media
sosial diharamkan untuk melakukan ghibah, fitnah, namimah, dan penyebaran
permusuhan; melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan;
Menyebarkan hoax serta informasi bohong; menyebarkan materi pornografi,
kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i; serta menyebarkan
konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *