Lamongan Mulai Gelar Pasar Murah

Bagi Desa Dinoyo di Kecamatan Deket, membangun masjid dan kantor balai desa
dengan dana miliaran rupiah rupanya bukan masalah. Mereka punya dua masjid
senilai Rp 3 miliar dan balai desanya Rp 1,5 miliar.

“Kami secara swadaya mengumpulkan dana, untuk membangun dua
masjid yang menelan dana Rp 3 miliar. Sementara kantor desa ini
menghabiskan dana hingga Rp 1,5 miliar, “ ungkap Kepala Desa Dinoyo Arifin
Aries Sandy saat Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat
(BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-45 di Balai Desa Dinoyo,  Kamis
(18/5).

Acara itu dihadiri Bupati Fadeli bersama Ketua TP PKK Lamongan
Makhdumah Fadeli dan Wabup Kartika Hidayati. Ketua DPRD Kaharudin yang juga
warga setempat terlihat hadir bersama Kapolres AKBP Juda Nusa Putra.

Terkait melimpahnya anggaran pembangunan di desa, Bupati Fadeli
mewant-wanti agar Kades memiliki visi yang jelas. Jangan sampai Kades
bingung, terkait penggunaan dana desa.

Dia meminta Kades tidak hanya terpaku pada pembangunan
infrastruktur. Karena dana desa itu sesuai petunjuk penggunaannya, bisa
untuk pembangunan bidang lain.

“Kades harus bisa jabarkan apa yang dibutuhkan desanya. Buat
prioritas dengan visi yang jelas. Kalau perlu RPJMDes yang sudah tidak
relevan dengan kebutuhan desa bisa direvisi. Initinya dana pembangunan
harus bermanfaat sepenuhnya untuk kesejahteraan desanya, “ pesan dia.

Disampaikan terpisah oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa Khusnul Yaqin, dana swadaya masyarakat selalu meningkat. Tahun
2015 terkumpul sebanyak Rp 145 miliar untuk berbagai kegiatan. Sedangkan di
tahun 2016 naik menjadi Rp 168,7 miliar.

Untuk anggaran pembangunan di desa, dia menyebut dari sumber
Dana Desa saja mencapai Rp 363 miliar. Kemudian dari Alokasi Dana Desa
(ADD) sebesar Rp 125 miliar, dana bagi hasil pajak Rp 15,86 miliar dan dari
pos Bantuan Keuangan Desa sebesar Rp 20 miliar.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *