Musim Panen, Harga Cabai Lebih Terkontrol

Depoliticanews – Harga Cabai Rawit di Lamongan relatif lebih terkontrol dibandingkan dengan
daerah lain yang terkerek hingga seratusan ribu rupiah perkilogramnya. Itu
karena distribusi komoditi ini masih terjaga, terlebih sekarang sedang
memasuki musim panen.

Hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan
di minggu pertama bulan ini, harga cabai jenis rawit di Pasar Mantup dan
Babat dijual sebesar Rp 85 ribu perkilogram. Naik dari harga sebelumnya
yang di kisaran Rp 65 ribu perkilogram.

Sementara harga bahan bumbu pedas ini di tingkat petani
rata-rata sebesar Rp 70 ribu perkilogram untuk yang berkualitas bagus. Itu
diketahui dari hasil Bupati Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati usai
melakukan panen cabai rawit di Desa Dadapan Kecamatan Solokuro, Senin (9/1).

“Solokuro dan kecamatan disekitarnya selama ini dikenal sebagai
sentra produksi cabai di Lamongan. Sehingga ketika daerah lain mengalami
kenaikan harga cabai yang tinggi, di Lamongan tidak terlalu terpengaruh,
karena masih bisa dicukupi dengan produksi sendiri, “ ujar Bupati Fadeli.

Dia menyebut akan terus konsisten mengawal pertanian di
Lamongan agar semakin berkembang. Tidak hanya untuk komoditas jagung yang
sudah dibuatkan kawasan modern terintegrasi, tapi juga untuk komoditas
lainnya, termasuk cabai.

Selama tahun 2016, luas panen cabai di Lamongan tercatat
mencapai 3.555 hektar dengan angka produksi yang masih sementara, mencapai
sebesar 37.240 kwintal. Sedangkan di tahun 2015 luas panen padi mencapai
3.550 hektar dengan produksi sebesar 43.699 kwintal.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *