Namanya Disebut KPK, Kadisbun Jatim Masih Ngantor

Depoliticanews – Dua kepala dinas pemprov Jatim, Kadis Pertanian Bambang
Heryanto dan Kadis Peternakan Rohayati telah ditahan KPK terkait perkara
suap yang melibatkan Ketua Komisi B DPRD Jatim Moch Basuki.

Total ada enam orang yang sudah ditahan KPK, termasuk dua staf Sekretariat
DPRD Jatim dan satu ajudan Kadistan Jatim.

Selain itu, dua nama kepala dinas pemprov lain ikut disebut dalam rilis KPK
kemarin. Mereka adalah Kadisbun Jatim Samsul Arifien dan Kadisperindag
Jatim Ardi Prasetyawan. Mereka diketahui telah menyetor uang suap ke Basuki
masing-masing Rp 100 juta dan Rp 50 juta.

Di kantor Dinas Perkebunan Jatim, tampak Kadisbun Jatim Samsul Arifien
masih ngantor pada Rabu (7/6).

Tapi ketika didatangi wartawan, Samsul menolak menemui karena sedang ada
acara rapat kedinasan. Mobil dinasnya dengan nopol L 1048 BS terlihat
terparkir di belakang kantor.

“Mohon Maaf Mas Mbak, bapak Kadis (Kadisbun Jatim Samsul Arifien, red)
tidak berkenan ditemui wartawan. Ini karena ada rapat internal dengan
seluruh kabid. Yang pasti sejak kemarin sampai detik ini beliau masih
ngantor. Nanti kalau bisa ditemui dan diwawancarai, nanti teman-teman media
akan dikontak,” ujar Yunan Effendi staf pribadi Samsul Arifien kepada
wartawan.

Seperti diketahui, KPK baru mengetahui duit yang diterima Basuki antara
lain dari Kepala Dinas Peternakan Jatim Rohayati sebesar Rp 100 juta.

Uang itu diberikan terkait pembahasan revisi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun
2012 tentang Pengendalian Ternak Sapi dan Kerbau Betina Produktif.

Sebelumnya, pada 13 Mei 2017, Basuki juga diduga menerima Rp 50 juta dari
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Ardi Prasetyawan, Rp 100
juta dari Kepala Dinas Perkebunan Jatim Samsul Arifien, dan Rp 150 juta
dari Kepala Dinas Pertanian Jatim Bambang Heryanto.

“Di komisi ini (Komisi B) memang banyak kepala dinas. Tapi yang baru kami
tahu adalah kepala dinas yang tersangkut OTT (operasi tangkap tangan). Kami
belum tahu kepala dinas yang lain,” kata Laode Muhammad Syarif.

Saat OTT dilakukan pada Senin kemarin, 5 Juni 2017, penyidik menemukan duit
Rp 150 juta dari tangan Rahman Agung, staf DPRD Jawa Timur.

Uang dalam pecahan Rp 100 ribu yang disimpan di tas kertas warna cokelat
ini berasal dari Anang Basuki Rahmat yang merupakan perantara dari Bambang
Heryanto, Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur. Uang itu diduga suap DPRD
Jatim yang ditujukan bagi Mochammad Basuki. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *