Namanya Disebut KPK, Kadisperindag Jatim Berserah Diri

Depoliticanews – Kadisperindag Jatim Ardi Prasetyawan ikut disebut namanya
oleh KPK sebagai pihak yang menyetor uang sebanyak Rp 50 juta kepada Basuki
Ketua Komisi B DPRD Jatim. Hingga saat ini, Ardi masih terlihat ngantor
seperti biasa.

Berbeda dengan Kadisbun Jatim Samsul Arifien yang tidak mau ditemui
wartawan, Ardi masih mempersilakan puluhan wartawan masuk ke ruang
kerjanya.

“Mohon doanya Mas. Saya serahkan semua di sana (KPK), berharap semoga tidak
berkembang yang aneh-aneh. Saya serahkan kepada pihak yang kredibel. Kita
turut menjaga situasi di Jatim. Mudah-mudahan dikelarkan. Semoga tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mohon doanya,” ujar Ardi yang
wajahnya tampak pucat kepada wartawan di kantornya, Jalan Siwalankerto
Utara Surabaya, Rabu (7/6).

Seperti diketahui, dua kepala dinas pemprov Jatim, Kadis Pertanian Bambang
Heryanto dan Kadis Peternakan Rohayati telah ditahan KPK terkait perkara
suap yang melibatkan Ketua Komisi B DPRD Jatim Moch Basuki.

Total ada enam orang yang sudah ditahan KPK, termasuk dua staf Sekretariat
DPRD Jatim dan satu ajudan Kadistan Jatim.

Selain itu, dua nama kepala dinas pemprov lain ikut disebut dalam rilis KPK
kemarin. Mereka adalah Kadisbun Jatim Samsul Arifien dan Kadisperindag
Jatim Ardi Prasetyawan.

Mereka diketahui telah menyetor uang suap ke Basuki masing-masing Rp 100
juta dan Rp 50 juta.

KPK baru mengetahui duit yang diterima Basuki antara lain dari Kepala Dinas
Peternakan Jatim Rohayati sebesar Rp 100 juta. Uang itu diberikan terkait
pembahasan revisi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengendalian
Ternak Sapi dan Kerbau Betina Produktif.

Sebelumnya, pada 13 Mei 2017, Basuki juga diduga menerima Rp 50 juta dari
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Ardi Prasetyawan, Rp 100
juta dari Kepala Dinas Perkebunan Jatim Samsul Arifien, dan Rp 150 juta
dari Kepala Dinas Pertanian Jatim Bambang Heryanto.

Total keseluruhan ada Rp 600 Juta yang akan diterima dan baru dibayarkan
pada triwulan pertama dan kedua

“Di komisi ini (Komisi B) memang banyak kepala dinas. Tapi yang baru kami
tahu adalah kepala dinas yang tersangkut OTT (operasi tangkap tangan). Kami
belum tahu kepala dinas yang lain,” kata Laode Muhammad Syarif di Jakarta
kemarin.

Saat OTT dilakukan pada Senin kemarin, 5 Juni 2017, penyidik menemukan duit
Rp 150 juta dari tangan Rahman Agung, staf DPRD Jawa Timur.

Uang dalam pecahan Rp 100 ribu yang disimpan di tas kertas warna cokelat
ini berasal dari Anang Basuki Rahmat yang merupakan perantara dari Bambang
Heryanto Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur. Uang itu diduga suap DPRD Jatim
yang ditujukan bagi Mochammad Basuki. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *