NARASI BUDAYA MASYARAKAT KOTA Surabaya

Depoliticanews – kita coba meneropong sejarah peradaban masyarakat indonesia, peradaban pembangungan dan ke majumukannya. barangkali, kisah yang masih segar di ingatan adalah bagaimana hubungan sosial yang terjadi di era orde baru. di tandai dengan bersatunya visi kesepahaman atas keinginan akan kemerdakaan berkehendak, kemerdekaan bergerak, kemerdekaan dari ketertindasan, dan secara global,- kemerdekaan atas kadzaliman. usaha tak kenal lelah yang  di akomodir perasaan yang sama guna membangun Indonesia yang berkeadilan-pun mendapat jawaban dengan beralihnya massa orde baru ke massa reformasi. sampai sekarang, fakta Empiris tersebut menjadi fakta yang tak terelakkan bahwa, kekuatan masyarakat sejatinya ada pada rasa kebersamaan.

hal yang kemudian menarik untuk di konteks kan dengan budaya masyaraka kita belakangan ini, khususnya di daerah perkotaan. bagaimana sekat sekat pembeda yang setiap saat tercipta dengan sendirinya. adanya jurang pemisah antara si borjuasi dan si mustad’afin, si kaya semakin bungah dan si miskin semakin merana. sudah pasti semua itu terjadi karna antisipasi yang kurang oleh sebagian kecil masyarakat, khususnya pendidikan maupun ketrampilan yang kurang. dan akhirnya menjadi jawaban kenapa sekat sekat tersebut seolah semakin berjarak dan belum menemukan jembatan penghubung. disisi lain, pembangunan wajah kota sebagai tolok ukur negara berkembang harus terus digiatkan. karna semakin baik dan maju tatanan kota, maka semakin sahih pula Negara bisa dikatakan berkembang. upaya solutif konserfativ dan kajian mendalam yang di lakukan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini seolah mendapat dinding tebal yang sulit untuk ditembus.

berangkat dari realitas tersebut, ada baiknya coba kita kembali kepada kearifan adat istiadat kita sebagai masyarakat pribumi Indonesia. masyarakat yang peduli terhadap sesama, meninggalkan permusuhan dan saling tegur sapa, santun serta berderma.  kearifan hidup bermasyarakat yang demikian sejatinya sudah ada dan dicontohkan nenek moyang kita jauh sebelum Negara Indonesia kita ini ada. tanpa peduli dari suku maupun etnis mana, apalagi sampai muncul golongan golongan.

saya kira sudah benar apa yang dilakukan Negara kita dengan membangun sarana prasarana penunjang dan tata kota yang baik sebagai syarat Negara berkembang. termasuk pembangunan infrastruktur maupun piranti kemajuan kota yang lain.karna, apabila Negara tidak melakukan hal yang demikian, maka akan semakin tertinggal oleh kemajuan Negara Negara lain yang semakin pesat.  tetapi hal yang tidak boleh dilupakan adalah kesatuan dan kesepahaman akan asas hidup bersama. skeptisme antar masyarakat sudah harus ditinggalkan. kecendrungan untuk saling menjatuhkan sudah saatnya dihapuskan. jika yang demikian terjadi, maka yang timbul adalah kecemburuan kecemburuan sosial yang menyulut terjadinya perilaku perilaku menyimpang. dan ini sudah barang tentu menghambat cita cita serta visi bersama dalam membangun Negara Indonesia ke arah yang lebik baik. wallahu a’lam bisshowaab.

Devid,

( Pegiat Sosial Kota Surabaya )




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *