Nyalla: Wacana Calon Tunggal Itu Kemunduran Demokrasi

Depoliticanews – Skenario calon tunggal di Pilkada Jawa Timur 2018 yang
diwacanakan sejumlah pihak terus mendapat penolakan, salah satunya dari
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jatim, La Nyalla Mahmud
Mattalitti.

Menurut La Nyalla, wacana calon tunggal merupakan kemunduran demokrasi,
serta menghalangi hak rakyat untuk mendapat alternatif pilihan calon
pemimpinnya.

La Nyalla mengatakan, skenario calon tunggal hanyalah keinginan segelintir
elite politik yang mengingkari hak rakyat untuk memilih calon pemimpin
sesuai keinginannya.

“Jawa Timur mau dibikin calon tunggal. Ini membuat kemunduran demokrasi.
Tidak pantas lah Jawa Timur dengan 38 kabupaten/kota, penduduknya 40 juta,
calon gubernurnya cuma satu,” kata La Nyalla, usai buka bersama di rumah
Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Trowulan, Mojokerto, Jumat (16/6).

“Sudah banyak yang sudah dilempar sama media kan calon tunggal. Khofifah
belum pasti maju atau tidak. Yang sudah pasti kan Gus Ipul. Sekarang sedang
digalang sama mereka, digalang dari partai ke partai supaya muncul calon
tunggal,” imbuh Nyalla.

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jatim ini menyebut,
sosok calon tunggal yang dipasang dalam Pilkada Jatim 2018 adalah Saifullah
Yusuf atau Gus Ipul yang saat ini menjabat Wagub Jatim. “Yang sudah ada
(partai pengusung) kan Gus Ipul yang keliling ke mana-mana kan, keliling ke
partai-partai,” urai La Nyalla.

Adanya aroma skenario politik tersebut, diakui La Nyalla membuat dirinya
akan maju dalam Pilgub Jatim. Dia menyatakan, akan maju sebagai calon
gubernur melalui jalur partai. Dia pun menepis kabar yang santer menyebut
dirinya akan maju secara perseorangan.

“Itu (dorongan maju seara independen) dari anak-anak muda di komunitas
Netizen La Nyalla. Pendukung-pendukung saya menginginkan saya maju secara
independen. Saya hargai ide mereka. Kalau saya Insya Allah dari partai,”
tegasnya.

Terkait rencana pencalonannya itu, La Nyalla baru akan melangkah setelah
lebaran. Dirinya akan menjalin komunikasi dengan sejumlah partai, salah
satunya Gerindra. “Saya kan kader Gerindra, saya akan bicarakan dulu sama
induk organisasi,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *