Otak Pelarian Tahanan Polsek Tambaksari Pakai Identitas Palsu

Depoliticanews – Tahanan berinisial MS, yang diyakini sebagai otak
perencana pelarian tujuh tahanan dari sel Kepolisian Sektor (Polsek)
Tambaksari Surabaya selama ini menggunakan identitas palsu.
Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal, kepada
wartawan di Surabaya, Senin (24/4) mengungkap identitas asli tersangka
pencurian dengan pemberatan asal Sampang, Madura, Jawa Timur, ini adalah
berinisial I.

“Saat melakukan perburuan terhadap para tahanan yang kabur, kita membuka
kembali seluruh file yang ada. Salah satunya kita dapati bahwa tersangka MS
selama ini telah memalsukan identitas dirinya dan kita ketahui nama aslinya
berinisial I,” terang Iqbal.
Atas bukti pemalsuan dokumen identitas dirinya itu, polisi telah
menjeratnya dengan Pasal 263 KUHP.

Selain itu, MS alias I, bersama enam tersangka lainnya, juga dikenai Pasal
170 KUHP atas perbuatan mereka yang kabur dengan melakukan pengerusakan di
sel Polsek Tambaksari, dengan ancaman hukuman lima tahun dan enam penjara.

“Pasal 170 KUHP adalah pasal tambahan atas perbuatan tujuh tahanan yang
melarikan diri dengan cara merusak sel Polsek Tambaksari, selain pasal yang
telah dikenakan penyidik kepada masing-masing mereka atas kasus
sebelumnya,” terang Iqbal.

Khusus tersangka MS alias I, Iqbal menjelaskan, selain dijerat pasal 170
KUHP, serta pasal atas kasus sebelumnya, juga ditambah pasal 263 KUHP atas
bukti pemalsuan dokumen terkait identitas dirinya.

“MS alias I adalah otak perencana pelarian tujuh tahanan ini dari sel
Polsek Tambaksari. Idenya memang datang dari tersangka R, tapi selanjutnya
yang merencanakan menjebol plafon atap tahanan sel Polsek Tambaksari adalah
MS alias I. Dia merencanakannya selama dua hari,” jelasnya.

MS ditangkap di tempat persembunyiannya, Desa Tangkel, Kecamatan Burneh,
Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (23/4) malam.
Saat ditangkap, Iqbal menjelaskan, di tempat persebunyiannya itu juga
ditemukan sebuah sepeda motor Honda Beat yang diketahui sebagai barang
curian. Polisi juga mengamankan barang bukti kunci T dari tempat
persembunyiannya itu.

Menurut Iqbal, sepeda motor tersebut terdata telah dilaporkan dicuri di
Polsek Sukolilo Surabaya pada Desember 2016, yang dilaporkan hilang di
Kampus Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.

“Saat ditangkap Polsek Tambaksari yang kemudian melarikan diri, MS alias I
menjalani kasus pencurian dengan pemberatan atas barang telepon seluler.
Terhadap kendaraan bermotor yang kita temukan di tempat persembunyiannya,
dia menyangkal bahwa dia yang mencurinya,” ucap Iqbal.

Polisi, lanjut Iqbal, sebenarnya telah mengendus pelaku pencurian sepeda
motor yang ditemukan di tempat persembunyian tersangka MS alias I adalah
jaringan kelompok tersangka berinisial S, yang hingga kini masih terus
diburu oleh Tim Antibandit Polrestabes Surabaya.

“Kami masih dalami keterlibatan MS alias I terkait pencurian sepeda motor
dalam jaringan kelompok tersangka S ini,” ujarnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *