PAN Sebut Khofifah Bisa Jadi Pesaing Kuat Gus Ipul

Depoliticanews – KPU baru menjadwalkan pendaftaran digelar pada bulan
Desember 2017 mendatang bagi pasangan calon kepala daerah yang akan
mengikuti kontestasi pemilukada 2018.

Meski masih cukup lama, partai-partai politik saat ini telah melakukan
langkah-langkah persiapan, termasuk untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa
Timur.

Sebagai pengambil keputusan sesuai ketentuan KPU, Dewan Pimpinan Pusat
(DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) sejauh ini telah mendapatkan banyak
masukan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur dan unsur pembina
wilayah terkait konstelasi dan dinamika menjelang gelaran Pilgub tersebut.

Selain menimbang Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang telah dua periode diusung
PAN menjadi Wakil Gubernur Jatim mendampingi Pakde Karwo, DPP PAN juga
menimbang dan serius mencermati posisi tokoh perempuan nasional asal Jawa
Timur, Ketua Muslimat NU yang sekarang menjabat Mensos, Khofifah Indar
Parawansa.

“DPP PAN memandang Khofifah memiliki potensi yang kuat untuk tampil
menantang Gus Ipul dalam Pilgub nanti. PAN tentu saja juga mendorong kader
yang terbukti dan teruji berprestasi seperti Haji Masfuk, mantan Bupati
Lamongan dan sekarang menduduki posisi Ketua DPW PAN Jatim untuk maju dalam
kontestasi Pilgub 2018 nanti,” kata Wakil Sekjen Pemenangan Pemilu DPP PAN,
Windiarto Kardono dalam ketarangan tertulis yang diterima, Rabu (31/5).

Menurut Windi, selain nama-nama di atas, PAN juga masih memiliki sederet
kader lain yang juga sangat berprestasi dan potensial untuk ikut
berkontestasi dalam perhelatan pilgub Jatim. Di antaranya adalah Suyoto
(bupati Bojonegoro), Viva Yoga Mauladi (Wakil Ketua Komisi IV DPR RI), dan
Anang Hermansyah (anggota DPR RI).

Tak hanya Pilgub, PAN juga memiliki sejumlah kader muda potensial, merakyat
dan berprestasi, yang layak untuk bertarung di 18 kabupaten/kota di Jatim
yang juga akan mengikuti pilkada serentak.

Diantaranya adalah petahana Wali Kota Kediri Abubakar, anggota DPR RI
Kuswiyanto, yang diharapkan bisa melanjutkan kepemimpinan PAN di
Bojonegoro, serta sejumlah kader di daerah lain seperti Jombang, Kota
Mojokerto dan sebagainya.

Terpenting dari konstelasi dan dinamika di Jawa Timur ini, kata Windi, PAN
berkomitmen menjaga tahapan Pilkada Serentak 2018 tetap berlangsung
kondusif. Mengingat Jatim selama ini telah menjadi barometer nasional baik
dalam hal perekonomian, politik dan keamanan.

“Kesuksesan Pakde Karwo selama memimpin Jatim harus menjadi pelajaran
penting dan berharga bagi setiap kandidat yang akan melanjutkan
kepemimpinan di Jatim. Hal ini tentunya agar masyarakat Jatim lebih
berkeadilan, makmur dan sejahtera,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *