Parkir Meter Perlu Kajian Biaya Operasional

Depoliticanews – Parkir meter yang sedang diuji coba di Surabaya akan
mencegah juru parkir melakukan pelanggaran menarik tarif parkir melebihi
ketentuan.

Mesin parkir meter ini sepenuhnya sudah menggunakan sistem pembayaran
elektronik. Jukir tidak lagi menerima uang, dan pengguna jasa parkir tidak
perlu lagi membayar dengan uang tunai.

“Jadi sudah tidak bisa lagi mereka (jukir) macam-macam. Kalau kami temui
mereka bertindak macam-macam, bisa kami pecat, langsung,” kata Tranggono
Wahyu Wibowo Kepala UPTD Parkir Surabaya Timur Dinas Perhubungan Surabaya,
Senin (16/1).

Pemkot Surabaya mempekerjakan 24 jukir dan satu pengawas jukir sebagai
karyawan kontrak dengan gaji UMK untuk membantu memarkirkan kendaraan
pengguna jasa parkir di Jalan Jimerto dan Jalan Sedap Malam.

Selain menata parkir kendaraan, jukir juga membantu pengguna jasa melakukan
transaksi uang elektronik di mesin parkir meter.

Tinggal satu tahap lagi, uji coba parkir meter ini sudah bisa berlaku.
Pemkot Surabaya masih menunggu penandatanganan perjanjian kerjasama dengan
Bank Jatim sebagai operator e-payment parkir meter.

“Kalau sistem, kami sudah siap. Bank Jatim kemarin juga sudah menyatakan
siap, sekarang tinggal menunggu penandatanganan kerjasamanya saja. Seminggu
ini kami full fokus ke sana (perjanjian kerjasama), besok mungkin sudah
selesai,” ujarnya.

Uji coba parkir meter ini, kata Tranggono, sekaligus untuk mengkaji
efektifitas biaya operasional dengan kontribusi pendapatan parkir dengan
adanya mesin parkir meter.

“Kalau uji coba ini mungkin sampai akhir tahun (2017) ya. Kami akan
evaluasi lagi mungkin tengah tahun, apa sepadan biaya operasional dengan
pendapatannya sehingga bisa terus diterapkan,” katanya.

Perlu diketahui, sebelum adanya sistem parkir meter, 25 jukir di kawasan
Balai Kota Surabaya itu mendapatkan hasil kerja dari bagi hasil parkir
sebanyak 20 persen.

Dengan adanya parkir meter ini, 25 jukir itu akan digaji bulanan sesuai UMK
atau Rp3.045.000 untuk masing-masing jukir, yang biayanya dibebankan pada
APBD Pemkot Surabaya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *