PDIP Diprediksi Merapat ke Gus Ipul

Depoliticanews – Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo
memprediksi PDI Perjuangan akan ikut merapat mendukung Wagub Jatim
Saifullah Yusuf (Gus Ipul), setelah PKB menyatakan bakal mengusung Gus Ipul
pada pilgub Jatim 2018. Apa alasan PDIP?

“Saya rasa PDIP akan merapat ke Gus Ipul dengan paket cawagubnya. Ada tiga
nama yang berpeluang. Mereka adalah Ketua PDIP Jatim Kusnadi dan Bupati
Ngawi Kanang (Budi Sulistyono). Sempat juga beredar nama Rieke ‘Oneng’ Dyah
Pitaloka,” katanya, Kamis (25/5).

Menurut dosen politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini, antara
Kusnadi dan Kanang sama-sama memiliki modal kuat.

Kanang dinilai memiliki pengalaman memimpin daerah di Ngawi dan mewakili
wilayah Mataraman. Sedangkan, Kusnadi punya pengalaman mengkosolidasi
kekuatan di dewan. Saat ini, Kusnadi sebagai Wakil Ketua DPRD Jatim.

Untuk Oneng, punya kelebihan sebagai selebriti yang tentu modal
popularitasnya sangat bagus. Selain itu, selama ini Oneng sebagai politisi
senayan, dia dikenal memiliki track record yang bagus. “Pada saat
kontestasi pilgub Jawa Barat empat tahun lalu, Oneng yang menggandeng Teten
Masduki teruji kemampuan dan konsolidasinya lumayan. Dia hanya belum
beruntung dan kalah tipis berada di urutan nomor dua saat itu setelah
Aher,” tuturnya.

“Tapi melihat kecenderungan upaya pemeliharaaan hubungan yang adem dan
sinergis antara eksekutif dan legislatif, sepertinya nama Kusnadi lebih
besar kemungkinannya direkom PDIP. Apalagi beliau sebagai Ketua PDIP
Jatim,” jelasnya.

Meski begitu, lanjut dia, masih ada kemungkinan meskipun kecil PDIP akan
mengusung pasangan sendiri dan tidak merapat ke Gus Ipul. PDIP memiliki 19
kursi DPRD Jatim. Hanya butuh 1 kursi lagi untuk berkoalisi mengusung cagub.

“Itu tergantung negosiasi di level elit partai aatara PKB dan PDIP. Jika
berlangsung alot, bisa saja PDIP maju sendiri. Ini karena masih ada nama
Risma atau Djarot Saiful Hidayat yang layak diusung sebagai cagub,”
tukasnya.

Dia memprediksi akan ada dua pasangan atau tiga pasangan maksimal dalam
pilgub Jatim 2018. Yakni, koalisi PKB dan PDIP plus (Gus Ipul), koalisi
Gerindra-Golkar-PKS plus (Khofifah) dan koalisi Demokrat plus.

“Kembali lagi Gubernur Jatim Pakde Karwo yang juga Ketua Demokrat Jatim
sebagai King Maker yang akan sangat menentukan. Di samping dinamika politik
level nasional yang akan terjadi 2-3 bulan mendatang, menurut saya masih
akan diinamis dan cair. Peluang Khofifah maju, saya rasa masih cukup besar.
Saya lihat Golkar dan Gerindra cenderung mengarah ke Khofifah,” ungkapnya.

Sejauh ini Gerindra berupaya mengusung kader sendiri untuk posisi cawagub.
Nama Ketua Gerindra Jatim Soepriyatno, mantan Pangarmatim Moekhlas Sidik
dan Sekretaris Gerindra Jatim Anwar Sadad masuk dalam bursa.

Demokrat ke mana? “Peluang Demokrat ke Gus Ipul tidak kecil juga. Tapi itu
tergantung juga pada kebijakan Pakde Karwo dan tentu saja Ketua Umum SBY.
Masih dinamis. Masih ada nama Khofifah dan bisa jadi tokoh-tokoh nasional
yang akan turun ke Jatim seperti AHY, mantan Menkominfo/Mendiknas era
SBY-Pak Nuh dan lainnya. Sangat tergantung dinamika yang terjadi,”
imbuhnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo dikonfirmasi terpisah mengatakan,
partainya akan memutuskan sikapnya mendukung kandidat pada Juli 2017. Ini
lebih cepat dari jadwal sebelumnya pada September 2017. “Sekarang masih
dilakukan survei. Nanti tunggu Juli keputusannya. Saya prediksi nanti
pilgub hanya diikuti dua pasangan atau head to head,” tegas Gubernur Jatim
ini.

Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sendiri tidak bisa berandai-andai
akan berpasangan dengan siapa. “Saya serahkan kepada mekanisme partai di
PKB. Saya nggak bisa memilih pasangan. Semua nama yang beredar saat ini
sama-sama bagus,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *