Pemberantasan Hoax Dilakukan dengan Sensor Internal Media

Depoliticanews – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyerahkan
pemberantasan berita hoax atau bohong kepada mekanisme sensor yang dimiliki
oleh masing-masing media. Sebab, pemerintah tidak memiliki lagi kewenangan
melakukan sensor.

“Harus ada internal sensor untuk hal-hal ini dan kalau hoax jangan
disebarkan lagi. Jadi kan itu ada Jawarah (Jaringan Wartawan Anti Hoax)
untuk melawan atau menghentikan, tidak menyebarkan informasi yang salah.
Sekarang bolanya di media secara internal karena pemerintah tidak punya
lagi sensor, izin dan macam-macam,” kata JK usai menghadiri World Press
Freedom Day 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (3/5).

Sedangkan, secara pribadi, ia memgaku melawan berita hoax dengan memberikan
bantahan melalui pemberitaan.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara
telah mengajak media mainstream atau arus utama agar bersama-sama melawan
penyebaran berita hoax.

“Hoax ini bukan lagi persoalan nasional saja tetapi sebagai isu global. Ini
masalah serius. Saya mengajak media arus utama agar membantu melawan hoax,”
kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam acara World Press
Freedom Day, Selasa (2/5).

Kemudian, dalam mendukung perlawanan terhadap berita hoax, ia mengungkapkan
bahwa pemerintah mendukung Dewan Pers untuk memverifikasi berbagai lembaga
pers yang ada saat ini. Serta, uji kompetensi terhadap para wartawan.

Namun, ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap langkah-langkah
Dewan Pers bukan berarti pemerintah intervensi keberadaan pers. Dia
menjamin pemerintah sama sekali tidak punya niat seperti itu. Pemerintah
hanya mendorong supaya semua berjalan sesuai aturan yang ada.

“UU Pers yang ada saat ini tidak ada Peraturan Pemerintah dan tidak ada
Peraturan Menteri. Artinya pemerintah tidak ada intervensi sama sekali
terhadap pers. Pers mengatur diri sendiri atau self regulatory. Maka ada
Dewan Pers dan sebagainya yang mengatur,” jelas Rudiantara. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *