Pemerintah Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Hingga Akhir Tahun

Depoliticanews – Pemerintah menetapkan tarif tenaga listrik bagi pelanggan
rumah tangga hingga industri tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun.
Pelanggan tersebut baik yang disubsidi pemerintah 450 volt ampere (VA) dan
900 VA maupun yang tidak disubsidi atau masuk dalam skema tarif penyesuaian
(adjustment).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan
keputusan ini dengan mempertimbangkan banyak hal seperti daya beli
masyarakat serta upaya efisiensi dari PLN. “Bapak Presiden memutuskan bahwa
tarif listrik itu tidak ada penyesuaian apa pun juga, mulai 1 Juli sampai
31 Desember 2017,” kata Jonan dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/7).

Jonan menuturkan tarif listrik murah mampu mendorong daya saing bagi
pelanggan industri. Dengan tarif listrik lebih terjangkau maka semua
industri, atau semua kegiatan ekonomi itu bisa lebih makin efisien. Apalagi
saat ini persaingan global makin lama makin ketat. “Jadi Bapak Presiden
juga sudah meminta bahwa listrik ini sebagai salah satu tonggak untuk
meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Dia bilang tarif tenaga listrik diharapkan bisa lebih rendah dari tahun ke
tahun. Sebagai contoh tarif pelanggan industri sekitar Rp 1.100/kWh bisa
turun menjadi Rp 800/kWh. Begitu pula dengan tarif pelanggan rumah tangga
yang saat ini sekitar Rp 1.400/kWh bisa diturunkan sebesar 5 persen. “Kami
punya target sampai 2020. Kami berusaha untuk makin turun. Ini memang
tantangan besar,” ujarnya.

Dikatakannya ada sejumlah upaya yang dilakukan agar tarif listrik semakin
terjangkau. Langkah tersebut antara lain melakukan negosiasi ulang terhadap
perjanjian jual beli listrik antara PLN dengan pengembang swasta (IPP).
Namun negosiasi harga tersebut tentunya tidak merugikan IPP. “Kita akan
coba menjaga suatu harga yang fair, investasi yang fair, supaya ini tarif
listriknya bisa makin lama, makin turun,” ujarnya.

Langkah berikutnya, lanjut Jonan, mendorong PLN menggunakan pembangkit
listrik yang dekat dengan sumber bahan bakar misalnya pembangkit listrik
mulut tambang. Pembangkit dengan bahan bakar batu bara itu harga listriknya
bisa kurang dari US$ 5 cent/kWh. Sebagai contoh pembangkit listrik 2×50 MW
di Meulaboh yang sudah disetujui oleh Jonan. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *