Pemkot Surabaya Pulangkan 51 Pengemis

Depoliticanews – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memulangkan 51 orang
penyandang masalah kesejahteraan Surabaya (PMKS) ke kota-kota asalnya,
Senin (3/7).

Para para pengemis atau PMKS yang dipulangkan tersebut terjaring razia oleh
Satpol PP Kota Surabaya ketika ‘beraktivitas’ di tempat-tempat keramaian di
Surabaya selama bulan Ramadhan lalu.

Ada sembilan mobil yang disiapkan Pemkot Surabaya untuk memulangkan ke-51
PMKS tersebut ke tempat tinggalnya di beberapa kota di Jawa Timur.
Diantaranya Lumajang, Jember, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Pasuruan,
Sitobondo, Mojokerto, Magetan, Nganjuk, juga Gresik dan Lamongan.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan, selama ini, Pemkot
Surabaya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menyikapi
kedatangan PMKS di Surabaya.

Terlebih ketika memasuki bulan puasa. Antisipasi tersebut diantaranya ada
penjagaan dan razia, serta sosialisasi ke RT/RW agar para pendatang yang
merantau ke Surabaya memang memiliki pekerjaan.

“Sejak awal sudah ada personel yang jaga di beberapa tempat. Kurang lebih
dua minggu lalu sudah ada beberapa (PMKS) yang tertangkap. Sekarang kami
pulangkan. Saya sengaja tidak memulangkan segera supaya mereka beristirahat
dulu di Liponsos,” ujar Risma di sela pemulangan PMKS di Taman Surya.

Menurut Risma, mayoritas dari PMKS yang terjaring razia oleh Satpol PP Kota
Surabaya tersebut tidak datang sendiri ke kota Pahlawan. Tetapi ada yang
membawa mereka. Dengan kata lain, kebanyakan mereka dikirim oleh joki.
“Jokinya lari. Di Liponsos kami jaga dengan Muspika kecamatan Sukolilo,
jadi nggak ada yang berani ngambil,” sambungnya.

Dalam memulangkan PMKS ke daerah asalnya, Risma menegaskan tidak asal
memulangkan. Pemkot terlebih dulu berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan
juga pemerintah daerah tempat asal PMKS tersebut.

Termasuk juga memperhatikan kondisi kesehatan dan kejiwaan para PMKS yang
terjaring razia. Pemkot juga sudah punya data PMKS yang tertangkap sehingga
akan ketahuan apakah yang bersangkutan sebelumnya sudah pernah tertangkap.

“Ini yang kami pulangkan data alamatnya jelas. Kami komunikasi dengan
provinsi dan daerah. Kalau (alamat) nggak jelas atau masih sakit dan
mengalami gangguan kejiwaan, yah nggak kami pulangkan. Kami rawat, setelah
sembuh ditanya alamatnya, bila clear kami pulangkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo menambahkan, pihaknya sudah
memiliki data PMKS yang pernah terjaring razia dan dikirim ke Lingkungan
Pondok Sosial (Liponsos). Sehingga akan ketahuan bila di kemudian hari ada
PMKS yang kembali terjaring razia. “Di Liponsos ada finger print nya. Jadi
kalau ada yang dua kali masuk yah ketahuan,” ujarnya.

Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto menyampaikan, Satpol PP Surabaya
punya tim khusus bernama tim kaypang yang bertugas menangani PMKS seperti
gelandangan, pengemis, anak jalanan, pengamen hingga orang gila. Selama
bulan puasa lalu, Irvan menyebut tim kaypang rutin melakukan razia dan
pengamanan di tiga tempat seperti di tempat ibadah dan makam, sentra
kuliner dan traffic light.

“Tim ini akan akan jalan terus. SOP nya, ketika ada yang terjaring razia,
kami bawa ke Liponsos. Di sana mereka dirawat dan dibina,” jelas Irvan.
(Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *