Penanganan Kasus Korupsi OTT, Jatim Peringkat Dua

Depoliticanews – Jawa Timur menduduki peringkat kedua dalam penanganan
korupsi. Kurun waktu Januari hingga April 2017, tim saber pungli Jatim
telah mengungkap sebanyak 64 kasus korupsi yang terkena operasi tangkap
tangan (OTT).

Kombes. Pol Wahyudin Hidayat Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Jawa
Timur menjelaskan, dengan mengungkap sebanyak 64 kasus korupsi dengan OTT
ini barang bukti yang disita nilainya sebesar Rp2,6 miliar.

“Dari 64 kasus itu, dengan sekitar 175 tersangka, yang ditahan. Mereka,
mulai dari kalangan warga sipil, perangkat desa, kepala desa, PNS, hingga
tingkat kecamatan,” kata Kombes Pol Wahyudin Hidayat, di sela usai gelar
analisis evaluasi dan sosialisasi unit pemberantasan pungutan liar di
Mapolda Jawa Timur, Senin (8/5).

Kasus korupsi yang terkena OTT, karena melakukan pungli tersebut. Rata-rata
terkait dana desa, pengurusan sertifikat tanah pada proyek operasi nasional
agraria, perizinan dan yang terakhir adalah terkait pelanggaran parkir.

Menurut Wahyudin, langkah ke depan, untuk mengurangi terjadinya pungutan
liar, akan dilakukan edukasi, sosialisasi, memasang pamflet, spanduk dan
poster di setiap tempat umum daerah wilayah Jawa Timur. Selain itu,
nantinya juga akan diberikan mengenai informasi secara online. Apabila
nantinya, masyarakat mengetahui dan melihat ada pungutan liar, supaya
melaporkan ke pihak berwajib.

“Nantinya, ke depan ini, tiap polres akan memberikan nomor telpon secara
online, khusus mengenai penanganan pungutan liar. Jika ada laporan, akan
segera secepatnya ditangani. Tapi, untuk sejauh ini, kita masih melakukan
sosialiasi dan penekanan di daerah mengenai tentang korupsi,” ujarnya.

Sekadar diketahui jika Jawa Timur menduduki peringkat kedua, peringkat
pertama diduduki Jawa Barat, yang telah menangani lebih dari 100 kasus
korupsi, mengenai pungutan liar. (Amr)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *