Penangkapan Hakim MK Peringatan Keras bagi Lembaga Negara

Depoliticanews – Penangkapan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar
oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan pembelajaran keras bagi
seluruh lembaga negara di Tanah Air.

“Ini adalah pelajaran keras terutama untuk MK dan juga untuk
lembaga-lembaga lain agar ke depan lebih mawas diri,” kata Ketua MPR
Zulkifli Hasan dalam rilis di Jakarta, Sabtu (28/1)

Menurut Zulkifli Hasan, dirinya mengaku sangat terkejut dan sempat tak
percaya dengan laporan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK
terhadap Patrialis.

Dia berpendapat bahwa Patrialis Akbar yang dikenalnya selama ini adalah
sosok yang baik dan pekerja keras.
Untuk itu, Ketua MPR juga mengutarakan harapannya agar pihak keluarga
Patrialis Akbar juga bisa tabah dan sabar dalam menghadapi semua ini.

“Saya merasa prihatin dan terkejut lembaga MK “kena” lagi hakimnya
ditangkap KPK. Sebelumnya, mantan Ketua MK Akil Mochtar juga tertangkap
KPK,” katanya.

Zulkifli mengingatkan bahwa sebelum menjabat, seluruh pejabat lembaga
negara disumpah untuk melayani rakyat dan negara sesuai dengan konstitusi.
Sebelumnya, pengusaha daging sapi impor Basuki Hariman mengakui memberikan
uang US$ 20.000 dan 200.000 dolar Singapura ke orang dekat hakim Mahkamah
Konstitusi Patrialis Akbar bernama Kamaludin.

“Ada (uang) untuk namanya Kamal. Dia temen saya dan juga dekat dengan Pak
Patrialis. Saya memberi uang kepada dia (Kamal) karena dia kan dekat dengan
Pak Patrialis. Dia minta sama saya, US$ 20.000 itu buat dia umrah,” kata
Basuki usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Jumat (27/1) dini
hari.

KPK menetapkan Patrialis Akbar sebagai tersangka penerima suap kasus dugaan
suap kepada hakim MK terkait dengan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014
tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ia diduga menerima 20 ribu dolar AS dan 200.000 dolar Singapura (sekitar Rp
2,1 miliar) dari Direktur Utama PT Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo
Pratama Basuki Hariman melalui Kamaludin.
Basuki mengakui bahwa ia pernah dijanjikan Kamal bahwa perkara uji materi
UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan di MK akan
memenangkan pihaknya. Uji materi itu diajukan oleh peternak sapi dan
perkumpulan peternak sapi perah Indonesia yang merasa dirugikan dengan
sangat bebasnya importasi daging segar.

KPK menetapkan Patrialis Akbar sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada
hakim MK terkait dengan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang
Peternakan Dan Kesehatan Hewan.

Patrialis diduga menerima hadiah dalam bentuk mata uang asing sebesar US$
20.000 dan 200.000 dolar Singapura (sekitar Rp 2,1 miliar) dari Direktur
Utama PT Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama Basuki Hariman.
Patrialis diamankan petugas KPK pada Kamis (26/1) di pusat perbelanjaan
Grand Indonesia Jakarta bersama dengan seorang perempuan. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *