Pengamat: Jatim Tak Bisa Dipimpin Orang yang Cengengesan

Depoliticanews – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Timur 2018
sudah semakin dekat. Sejumlah tokoh mulai digadang-gadang maju dalam
kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut.

Agar tujuan diadakannya Pilkada tercapai, yaitu mendapatkan pemimpin yang
baik dan berkualitas untuk kesejahteraan daerah, maka masyarakat diharapkan
memilih secara rasional, memilih pemimpin yang mempu membawa perbaikan dan
kemajuan.

Terkait sosok pemimpin seperti apa yang layak memimpin Jatim, CEO The
Initiative Institute Airlangga Pribadi memiliki kajian-kajian akademis
tentang kepemimpinan secara umum.

Menurutnya, sosok yang layak memimpin Jatim ialah pemimpin yang tidak hanya
pandai bicara tapi juga bisa bekerja, bekerja bersama rakyat untuk kemajuan
hajat hidup rakyat Jawa Timur. Paham persoalan dan paham menjawabnya.

Jatim, lanjut Angga-sapaan Airlangga Pribadi, tidak bisa dipimpin oleh
orang yang bisanya lolak-lolok (kurang cerdas), cengengesan, cuma bisa
ngelawak tanpa makna.

“Jawa Timur harus dipimpin oleh orang yang ketika berbicara yang keluar
dari mulutnya adalah ilmu, tokoh yang paham dimana posisi Jawa Timur dalam
dinamika Indonesia dan posisi Jawa Timur dan Indonesia dalam perubahan
dunia!” ujar pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini,
Jumat (28/4).

Sosok pemimpin dalam kriteria tersebut tentu bukanlah pribadi yang gagal
memimpin dirinya sendiri. Atau sosok yang rentan terhadap rasionalisasi
perilaku tidak etis.

“Pemimpin yang layak menduki kursi Gubernur Jatim adalah sosok yang
memiliki tujuan kerja. Sebab hal ini pemimpin yang memiliki tujuan kerja
akan mampu membuat keputusan yang benar dan selalu konsisten sesuai dengan
visi-misinya,” tandas Angga.

Sebelumnya, The Initiative Institute telah merilis hasil surveinya yang
menempatkan tiga nama yang memiliki popularitas dan elektabilitas tertinggi
sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur paling diminati oleh
masyarakat.

Berdasarkan survei nama calon petahana yaitu Saifullah Yusuf (Wagub Jatim)
menempati posisi tertinggi di antara nama lain yakni di angka 82,8%.
Disusul nama Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial) di angka 81,4%,
kemudian nama Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya) di angka 75,4%.

Selain ketiga nama calon tersebut, The Initiative Institute juga menjaring
nama calon lain seperti Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Agus Harimurti
Yudhoyono (Partai Demokrat), Said Abdullah, Halim Iskandar (Ketua DPRD
Jatim), M. Misbakhun, Hasan Aminuddin (Partai NasDem), serta Rendra Kresna
(Partai NasDem).

Sementara, terkait survei siapa saja calon yang dianggap pantas menduduki
kursi Cagub atau Cawagub didapatkan dua nama calon yang diminati masyarakat
Jatim untuk berada di posisi Cagub. Mereka yakni Khofifah dan Risma.
Sedangkan nama Gus Ipul ternyata lebih diminati oleh masyarakat untuk
mencalonkan di posisi Cawagub.* (Amr)*




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *