Pengamat: Posisi Nurwiyatno Saat Ini Beda Jauh dengan Pakde Karwo

Depoliticanews – Di tengah sejumlah nama birokrat yang dinilai layak maju
dalam pertarungan Pilgub Jatim ternyata terdapat satu birokrat yang berani
mendeklarasikan diri maju sebagai Bacawagub Jatim, yakni Kepala Inspektorat
Pemprov Jatim, Nurwiyatno.

Majunya sosok birokrat tulen tersebut memunculkan tanda tanya besar, yakni
apakah Nurwiyatno sebagai Ketua (Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa
Nasional Indonesia) PA GMNI Jatim benar-benar sosok yang nasionalis dan
mampu menguasai daerah abangan atau sebaliknya hanya mengandalkan posisinya
sebagai struktur PA GMNI yang imbasnya tidak akan dilirik oleh calon
gubernur dan partai pengusung?

Agus Mahfud Fauzi, pengamat politik dan Konsultan Politik Bangun Indonesia,
menyampaikan, memutuskan maju dalam pertarungan Pilgub Jatim tidak sekedar
membutuhkan keberanian dengan sebatas mendeklarasikan diri, tapi calon yang
maju harus juga memiliki kekuatan riel di bawah sehingga benar-benar
diperhitungkan oleh partai politik maupun calon gubernur yang akan maju.

Sebaliknya, jika hanya mengandalkan keberanian namun belum memiliki
kekuatan riel di tingkat bawah maka partai maupun calon gubernur tidak akan
melirik.

“Keputusan Pak Nurwiyatno maju Pilgub Jatim tidak cukup hanya dengan modal
berani mendeklarasikan diri maju Pilgub Jatim, tapi Pak Nur harus bekerja
keras membuktikan dirinya memiliki kekuatan sebagai nasionalis yang mampu
menguasai daerah nasionalis atau abangan di Jatim. Jika Pak Nur hanya
mengandalkan posisinya sebagai Ketua PA GMNI Jatim, maka tidak akan ada
partai politik maupun calon gubernur yang meliriknya,” ungkap mantan
komisioner KPU Jatim ini kepada depoliticanews, Minggu (2/7).

Agus memaparkan, yang harus diketahui pula posisi Nurwiyatno maju Pilgub
Jatim saat ini berbeda jauh dengan posisi Pakde Karwo, yang juga seorang
birokrat pada 2008 yang memutuskan maju Pilgub Jatim. Pakde Karwo tidak
hanya seorang birokrat tulen tapi dia juga Politisi yang dulu pernah
menjadi Sekertaris Partai Golkar Jatim.

Tidak hanya itu, Pakde Karwo saat itu duduk sebagai orang nomer satu di
jajaran birokrasi Pemprov Jatim, yakni Sekda yang memiliki kewenangan
mengambil keputusan. Bahkan Pakde Karwo saat memutuskan maju Pilgub Jatim
tidak secara tiba-tiba, tapi melalui proses panjang dan penuh perjuangan
yakni intens bergerak hingga tingkat bawah, sampai mengikuti dan
memenangkan konvensi cagub PDIP.

“Berbagai fakta itu menunjukkan Pakde Karwo memutuskan maju Pilgub Jatim
tidak sekedar mengandalkan posisinya sebagai struktur di PA GMNI, melainkan
memiliki kekuatan riel sehingga benar-benar diperhitungkan oleh partai
politik,” tandasnya.

Agus kembali memaparkan, sedangkan posisi Nurwiyatno saat ini hanya sebagai
birokrat tulen yang posisinya pun bukan sebagai orang nomer satu melainkan
suporting, sehingga tidak bisa mengambil keputusan.

Tidak hanya itu background pak Nur dalam politik pun jauh berbeda dengan
Pakde Karwo. Dari latar belakang itu, jika Pak Nur serius maju dalam Pilgub
Jatim, ia harus bekerja lebih keras dengan waktu yang singkat ini untuk
membuktikan dirinya mampu dan memiliki kekuatan sebagai nasionalis.

Agus menambahkan, jika Nurwiyatno serius harusnya, mulai saat ini dia ikut
mendaftarkan diri ke seluruh partai, sekaligus intens bergerak di bawah,
hal itu dilakukan untuk membuktikan dirinya layak dan diperhitungkan
sebagai kandidat Bacawagub Jatim.

“Yang harus diingat, dulu pakde karwo memutuskan berdampingan dengan Gus
Ipul sebagai cawagub tidak hanya dikarenakan Gus ipul perwakilan dari NU,
tapi juga dikarenakan Gus Ipul memiliki kekuatan riel yang mampu
mengamankan suara dari kalangan hijau atau NU, sosok Gus Ipul pun memiliki
latar belakang politik yang jelas, sekaligus mantan menteri desa
tertinggal. Maju pilgub jatim tidak sekedar mengandalkan kekuatan dari
bacagub tapi bacawagubnya pun harus memiliki kekuatan riel,” tukasnya.

Agus menegaskan, yang harus diingat pula Nurwiyatno adalah birokrat yang
menjadi anak buah dari gubernur artinya ada etika birokrat yang harus
dilalui. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *