Pertanian Modern Naikkan Pendapatan Petani

Depoliticanews – Pertanian jagung modern di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro rupanya tidak
hanya sukses menaikkan produktivitas dari yang semula 5,8 ton perhektar
menjadi 10,6 ton perhektar. Namun juga bisa meningkatkan pendapatan petani.

Hal itu dijelaskan Bupati Fadeli saat menerima tim dari Dirjen
otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI yang dipimpin Irda Nur Ismi di
Guest House Pemkab Lamongan, Senin (6/2). Tim ini ke Lamongan menurut Irda
untuk mengetahui program unggulan Lamongan, yang kemudian akan
disosialisasikan ke daerah lain di Indonesia.

“Setelah dua kali menerima penghargaan Satyalancana Karya
Bhakti Praja Nugraha, Lamongan tahun ini kembali masuk nominasi. Yang jika
menerima lagi untuk yang ketiga kali, akan meraih penghargaan tertinggi
bidang pemerintahan berupa Parasamya Purnakarya Nugraha, “ ungkap Irda.

Oleh karena itu Dirjen Otoda Kemendagri ke Lamongan langsung
untuk mengetahui program unggulannya. “Kami mendengar Lamongan memiliki
program inovatif Gerakan 1821. Namun rupanya ada program inovatif lainnya,
berupa pencanangan pertanian jagung modern, “ sebut dia.

Sementara menurut Fadeli, Kabupaten Lamongan sebenarnya
memiliki program unggulan di tiap kategori dalam Indeks Pembangunan Manusia
(IPM). Yakni bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

Di bidang kesejahteraan, dia kini tengah fokus memperluas
kawasan pertanian jagung yang sudah sukses menaikkan produktivitas jagung
menjadi 10,6 ton perhektar. Dari kawasan yang sebelumnya 100 hektar,
diperluas menjadi 10 ribu hektar di 12 kecamatan berbeda.

“Kami semakin bersemangat untuk mensosialisasikan pertanian
jagung modern kepada petani di luar kawasan percontohan. Karena rupanya
dengan menerapkan pertanian modern, pendapatan petani juga naik.

Dengan pertanian konvensional, rata-rata produktivitas di tahun
2016 adalah 6 ton perhektar, dengan pendapatan kotor Rp 22 juta perhektar
dan rasio keuntungannya Rp 10 juta perhektar.

Sedangkan jika menerapkan pertanian modern yang sudah dibuktikan hasilnya
di Desa Banyubang, petani bisa menaikkan produktivitas menjadi 10,6 ton
perhektar dengan pendapatan kotor Rp 36 juta perhketar dan rasio keuntungan
yang didapatkan sebesar Rp 23 juta perhektar.(sta)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *