Pilgub Jatim, Calon Incumbent Bisa Kalah dari Calon Penantang

Depoliticanews – Sesuai dari hasil hitung cepat Pilgub DKI Jakarta, calon
penantang (Anies-Sandi) lebih unggul ketimbang calon Incumbent
(Ahok-Djarot). Tidak menutup kemungkinan, fenomena tersebut juga dapat
terjadi dalam kontestasi politik Pilgub Jatim 2018. Hal itu ditegaskan
Airlangga Pribadi, CEO The Initiative Institute, Minggu (30/4).

Kata dia, saat ini masyarakat telah mengetahui, jika Jatim adalah provinsi
yang memiliki tingkat pembangunan infrastruktur tertinggi di seluruh
Indonesia. Namun, masyarakat atau calon pemilih yang ada di Jawa Timur kini
membutuhkan sosok-sosok pemimpin yang memiliki inovasi untuk dapat
membangun provinsi ini agar lebih baik.

Menurut Angga, panggilan karibnya, Jatim memiliki peta pemilih politik yang
sangat unik. Namun, pada dasarnya bisa dipetakan potensi pemilih menjadi
dua poin variabel besar. Pertama, calon pemilih dengan budaya santri.
Kedua, calon pemilih dengan budaya nasionalis.

“Dua variabel besar itu nantinya yang akan diperebutkan saat Pilkada Jawa
Timur 2018 mendatang,” jelas Angga.

Kata dia, untuk memikat hati para calon pemilih, sedikitnya ada tiga peran
penting yang sampai saat ini belum tergantikan di wilayah Jatim. Pertama
adalah peran partai politik, peran ormas dan pemuka agama, dan peran media
sebagai sarana sosialisasi.

“Di Jawa Timur, pemuka agama berfungsi sebagai pemikat dari para calon
pemilih yang saat ini kita kenal dengan konstituen. Lantas, fungsi besar
dari partai politik adalah sebagai sebuah jalur untuk menyalurkan suara
pemilih,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *