PKS Usung Nyono Suharli di Pilbup Jombang

Depoliticanews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jombang menyatakan
mengusung calon petahana, Nyono Suharli Wihandoko, dalam pilbup 2018
mendatang. Hal itu menyusul adanya penandaranganan pakta kerjasama atau MoU
antara PKS dengan Partai Golkar, Minggu (5/11).

Deklarasi dukungan terhadap Nyono Suharli yang juga Ketua DPD Partai Golkar
Jatim itu dibarengkan dengan pelantikan pengurus Perempuan PKS (PPKS)
Jombang, di GOR Merdeka Jombang. Dengan bergabungnya PKS, kini sedikitnya
sudah lima parpol sepakat mengusung Nyono sebagai cabup dalam Pilkada 2018.
Yakni PDIP, PAN, PKB, PKS dan Partai Golkar sendiri.

Koalisi pendukung Nyono pun jadi koalisi gemuk, karena total perolehan
kursi parpol pendukungnya mencapai 33 kursi, atau 50 persen lebih dari
seluruh kursi DPRD Jombang yang berjumlah 50 kursi.

Hadir dalam acara yang dipenuhi ribuan kader perempuan PKS itu Bupati
Jombang Nyono Suharli yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ketua DPD
Partai Golkar Jombang Tjaturina Juliastuti, Waket DPRD Jatim Soenarjo dan
sejumlah fungsionartsi Partai Golkar Jombang.

Sedangkan dari PKS, hadir Ketua DPD PKS Jombang Mustofa, Ketua DPW PKS
Jatim Arief Hari Setiawan, sejumlah pengurus PKS Jombang serta ribuan kader
PPKS se Jombang.

Merapatnya PKS ke Partai Golkar untuk mengusung calon petahanan Nyono
Suharli, tanpa disertai prasyarat tertentu. Ini berbeda dengan PAN, PDIP,
dan PKB yang menyodorkan kadernya untuk digandeng Nyono sebagai cawabupnya
saat mendeklarasikan dukungan terhadap Nyono.

“Dukungan ini murni. Artinya kami tidak menyodorkan cawabup untuk
mendampingi Pak Nyono. Kami lebih melihat pada program beliau yang banyak
menuai keberhasilan. Makanya, kepemimpinan beliau layak dilanjutkan,” ujar
Ketua DPD PKS Jombang Mustofa.

Program-program yang dimaksud Mustofa antara lain pengadaan Mobil Siaga
Desa untuk seluruh 306 desa dan kelurahan di Jombang, masing-masing satu
unit motor untuk petugas tiga pilar (Bhabinkamtibmas Polres, Babinsa Kodim
dan perangkat desa) di setiap desa, perbaikan infrastruktur jalan dan
sebagainya.

“Selain itu, berdasarkan survei yang kami lakukan juga menempatkan Pak
Nyono di tempat teratas. Karena itu kami menyatakan kembali mengusung Pak
Nyono sebagai cabup dalam Pilkada 2018,” katanya.

Nyono Suharli membenarkan bahwa sejumlah parpol sudah merapat untuk
mengusung dirinya dalam pilbup mendatang. Rinciannya, PDIP (9 kursi), PAN
(3 kursi), PKB (8 kursi), PKS (6 kursi), dan Partai Golkar 7 kursi. Nyono
berharap, parpol lain segera menyusul melakukan hal serupa.

“Meski begitu, kami tidak berniat menghalangi tokoh lain yang hendak maju
dalam Pilbup 2018. Kalaupun koalisi parpol sudah tidak memungkinkan, masih
bisa melalui jalur independen atau perseorangan,” kata Nyono. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *