Polisi Akan Hentikan Kasus First Travel Sidoarjo

Depoliticanews – Satreskrim Polresta Sidoarjo akan menghentikan kasus First
Travel cabang Sidoarjo. Pasalnya pihak terlapor dalam hal ini Kepala Kantor
First Travel (FT) Cabang Sidoarjo Rudi Hermanadi meninggal dunia.

Rudi meninggal dunia saat berada di Jakarta Minggu (17/9) pukul 03.00. Rudi
merupakan salah satu terlapor yang diadukan calon jamaah umrah yang
mendatangi Posko Crisis Center di Mapolresta Sidoarjo.

Dikatakan Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, pihaknya
sudah mendapat informasi soal meninggalnya Rudi karena penyakit jantung.
“Yang bersangkutan (Rudi red,) masih berstatus saksi pada perkara yang
sedang kami tangani,” katanya Senin, (18/9)

Dia menambahkan, sejak perkara FT menjadi pemberitaan nasional, Rudy memang
sering ke Jakarta. Almarhum diketahui mondar-mandir untuk mengurusi uang
yang sudah disetor oleh calon jamaah umrah selama ini.

Rudi mengharapkan ada solusi bagi para korban yang mendaftar di kantor
cabang karena uang yang selama ini masuk langsung bermuara ke kantor pusat
FT di Jakarta, tidak ada yang di Sidoarjo. “Saat diperiksa penyidik
sebelumnya. Dia bolak balik ke Jakarta karena mengurus uang jemaah,”
tandasnya.

Kompol Harris menceritakan, jumlah pelapor yang mendatangi posko crisis
center mencapai ratusan. Diantara laporan yang masuk ke posko crisis
center, ada nama kepala cabang FT didalamnya.

Rudy dianggap orang yang paling bertanggung jawab saat mereka urung
diberangkatkan ke Tanah Suci. “Rudi statusnya masih saksi, kalau alat bukti
perkara memenuhi, terlapor bisa menjadi tersangka,” jelasnya.

Namun, sambung Harris, meninggalnya Rudy tentu membawa konsekuensi
tersendiri. Menurut undang-undang, kasus yang menjerat orang yang sudah
meninggal tidak bisa dilanjutkan. Itu artinya, penanganan perkara bakal
mengarah ke SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). “Tetapi, bukan
berarti penanganan kasus berhenti secara keseluruhan,” tukas mantan
Kapolsek Simokerto Surabaya tersebut.

Masih kata Harris, calon jemaah umrah yang melapor ke Crisis Center
Polresta Sidoarjo tidak hanya melaporkan kepala cabang. Beberapa
diantaranya juga mencatut nama lain yang berada di bawah naungan kantor
pusat FT. “Jadi, proses penanganan hukum tetap berjalan,” tegasnya.

Menurut dia, saat ini penyidik tengah melengkapi berkas pengaduan calon
jamaah umrah. Berkas itu selanjutnya bakal dilimpahkan ke Polda Jatim
sebelum akhirnya dikirim ke Bareskrim. “Hasil penyelidikan kami menunjukkan
bahwa uang dari jamaah langsung masuk ke rekening biro travel pusat. Dengan
begitu penanganan akhirnya tetap akan ada di Jakarta,” paparnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *