Polisi Diminta Usut Dugaan Penyadapan SBY dan KH Ma’ruf Amin

Depoliticanews – Kepolisian diminta dapat mengusut tuntas dugaan penyadapan
percakapan antara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafeii, polisi perlu
mendalami adanya percakapan sebagaimana tudingan kuasa hukum terdakwa kasus
penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Apalagi Badan Intelijen
Negara sendiri telah membantah melakukan penyadapan.

“Saya rasa kemungkinan Ahok bisa memiliki bukti percakapan antara SBY dan
Ma’ruf Amin dengan melakukan penyadapan ilegal. Ini melanggar Undang-undang
ITE yang ancaman hukumannya 10 tahun. Polisi harus turun tangan karena ini
delik pidana umum,” bebernya di Jakarta, Minggu (5/2).

Syafeii mengatakan, kepolisian jangan hanya gagah dan tangkas jika
melakukan penangkapan terhadap ulama, aktivis dan umat Islam. Akan tetapi
justru loyo jika diminta memproses kasus Ahok dengan mengeluarkan banyak
pernyataan.

“Kalau nangkap ulama mereka semua keliatan gagah dan tegas. Tapi kalau Ahok
melanggar mereka pun seketika jadi pucat seperti kurang darah sambil
mencari alasan,” bebernya.

Selain itu, polisi juga harus menelusuri soal sumber Ahok mendapatkan hasil
percakapan SBY dengan Kiai Ma’ruf yang disebut-sebut sebagai penyadapan
ilegal.

“Saya ingatkan kepada semua kekuatan yang mendukung Ahok untuk berfikir
tentang kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Yang telah diperjuangkan
dengan nyawa, darah, air mata, dan harta para pahlawan,” tandas Syafeii.
(Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *