Polisi Masih Pelajari Orang-orang yang Tak Suka Novel Baswedan

Depoliticanews – Polisi masih mempelajari orang-orang yang tidak menyukai
Novel Baswedan baik terkait persoalan pribadi maupun pekerjaannya untuk
mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi
Pemberantasan Korupsi itu.

“Kami mencoba mempelajari motif siapa saja yang punya potensi tidak suka
dengan yang bersangkutan baik secara dinas maupun pribadi, tetapi yang
utama tentunya yang masalah pekerjaan,” kata Jenderal Pol Tito Karnavian
Kapolri seusai menghadiri acara ramah tamah dengan civitas akademika UGM di
Graha Sabha Prmana UGM, Yogyakarta, Rabu (26/4).

Menurut Tito, hingga saat ini Tim Khusus Polri masih terus bekerja. Selain
melakukan pengembangan tempat kejadian perkara (TKP), juga menganalisa
rekaman CCTV, memeriksa jaringan-jaringan komunikasi, saksi-saksi, serta
mempelajari motif pelaku.

Tito mengatakan ada dua orang yang sudah diamankan oleh kepolisian, namun
setelah dilakukan pemeriksaan keduanya terbukti bukan pelaku penyerangan
terhadap novel.

“Ada dua orang yang sudah kami amankan, namun bukan pelakunya,” kata dia.

Saat ditanya mengenai target penyelesaian kasus itu, Tito mengatakan tim
akan berupaya maksimal mengusut kasus itu. “Kami akan berusaha melakukan
upaya sekuat tenaga,” kata lulusan terbaik Akpol 1987 itu.

Sebelumnya, Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria
tidak dikenal di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa
Gading Jakarta Utara usai menjalani solat subuh pada Selasa (11/4) pukul
05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak
pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *