Polisi OTT Pejabat BPN II Surabaya !

Depoliticanews –   Pejabat BPN (Badan Pertanahan Nasional) II Surabaya,
di-OTT tim Saber Pungli Polrestabes Surabaya, di kantornya, Jl. Krembangan
Barat No. 57, Surabaya, Jumat (9/6) sore.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal saat dikonfirmasi, membenarkan
operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. “Benar. Kami yang melakukan OTT itu.
Saat ini masih dalam proses penyidikan,” katanya, Sabtu (10/6).

Informasi yang dihimpun, OTT terhadap pegawai BPN II Surabaya tersebut
berhasil meringkus 5 orang.

Dari 5 orang tersebut, satu diantaranya merupakan seorang Kasubsi di BPN II
Surabaya. Sedangkan lainnya merupakan staf seksi pengukuran dan PHL di BPN
II tersebut.

Sayang, Kombes Pol M Iqbal masih belum bersedia membeberkan terkait apa
kelima pegawai BPN II Surabaya tersebut ditangkap. Sebab penyidik di
Satreskrim, masih melakukan penyidikan secara intensif terhadap para
pegawai BPN II Surabaya yang terkena OTT tersebut.

“Saya belum tahu, berapa orang yang diamankan. Yang pasti benar, kami
melakukan OTT itu,” tandas Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Sebelumnya, Slamet, Kasubdit Pengukuran dan Pemetaan tanah BPN Surabaya 1,
sudah ditetapkan sebagai tersangka suap, bersama dua petugas honorer yang
melakukan pengukuran tanah.

Penangkapan Slamet dan dua anak buahnya ini sejak Jumat malam menjadi
pembicaraan hangat di internal karyawan BPN Surabaya 2, Krembangan. Sampai
Sabtu (10/6) ini, Slamet belum dilepas. “Slamet dimasukan tahanan,” kata
salah seorang pejabat di BPN wilayah Provinsi Jatim.

Satserse Polrestabes Surabaya sudah lama mencium dugaan praktik transaksi
di BPN Surabaya 1 dan 2. Antara lain permainan surat ukur tanah terkait
kepentingan pengembang dan makelar tanah serta sejumlah notaris hitam. Yang
dimaksud notaris hitam ini adalah pejabat PPAT sekaligus notaris yang
berfungsi ganda, makelar tanah kavling.

Salah satu informasi yang masuk ke kepolisian adalah praktik penyerobotan
lahan, penggelapan sertifikat dan Petok serta jual-beli lahan menggunakan
modus kerjasama dengan BPN. Kerjasama ini antara lain dengan merekayasa
sertifikat tanah. Ada sejumlah lahan di Surabaya yang jadi permainan
makelar tanah, notaris dan pengembang. Lahan-lahan itu antara lain di Asem
rowo, Rungkut, Darmo Permai dan Sukolilo.

Sampai saat ini, Slamet dan dua anak buahnya di bagian pengukuran masih
diperiksa intensif oleh penyidik Polrestabes Surabaya. Sumber di kepolisian
belum mau membeberkan nilai uang yang disita dari Slamet dan dua anak
buahnya, karena masih dilakukan pengembangan.

“Pengembangan ke atasan Slamet maupun ke pemohon ukur ulang lahan yang akan
dikerjakan timnya Slamet,” jelasnya.

Selain Slamet, anak buah Slamet yang di OTT Polrestabes Surabaya yakni
Chalidah Nazar dan Aris Prasetya, semuanya staf Seksi Pengukuran BPN.
Selanjutnya Bayu Sasmito dan Alvin Muhammad, sebagai PHL BPN.

Sedang dari barang bukti uang tunai yang ditemukan, Rp 8,000,000 dari meja
kerja Chalidah, serta 3 bukti lembar setoran PNPB Bank Jatim dari pemohon
ukur, 12 berkas permohonan ukur, serta 1 buku tabungan Bank Jatim atas nama
Bayu Sasmito. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *