Polisi Terus Buka Posko Pengaduan First Travel

Depoliticanews – Kepolisian masih akan terus membuka posko pengaduan
(crisis center) penanganan First Travel. Kepala Bagian Penerangan Umum
(Kabag Penum) Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul, mengatakan, hingga
Jumat (8/9), 7.941 paspor telah dikembalikan kepada jamaah korban First
Travel.

“Masih akan tetap dibuka (crisis centre) dan sampai Jumat (8/9) sebanyak
7.941 paspor dikembalikan,” ujar Martinus, Minggu (10/9).

Kepolisian mencatat sudah ada 20 ribu warga yang melaporkan keluhan terkait
First Travel kepada crisis center. Kepala Unit V Sub Direktorat Tindak
Pidana Umum Bareskrim Polri, AKBP M Rivai Arvan, mengatakan proses
pengembalian paspor sudah dilakukan sejak Jumat (25/8) sore.

Di hari pertama pengembalian paspor, kepolisian mengembalikan 384 paspor.
Pada hari kedua, Senin (28/8), polisi sudah mengembalikan sebanyak 1.845
paspor. Kemudian pada hari ketiga, polisi mengembalikan paspor korban
jamaah umrah murah ini sebanyak 1.332 paspor. Selanjutnya pada hari keempat
dilakukan pengembalian 920 paspor. Kemudian di hri-hari selanjutnya
masing-masing 436 pspor, 659 paspor, 554 paspor, 759 paspor, 756 paspor,
dan 296 paspor.

Proses pengambilan paspor hanya bisa dilakukan di Bareskrim Polri, Gambir,
Jakarta Pusat. Masyarakat korban First Travel hanya disyaratkan untuk
membawa tanda pengenal seperti KTP, surat perjalanan umrah melalui First
Travel, serta mengisi data di formulir pengambilan paspor.

Pengambilan paspor hanya bisa dilakukan di hari-hari kerja serta menunggu
pihak Bareskrim menghubungi korban. Cara ini diharapkan dapat mengontrol
jumlah korban yang hendak mengabil paspor serta menghindari adanya
pemungutan-pemungutan liar dari pihak yang tidak bertangung jawab.
Pasalnya, polisi tidak sedikit pun memungut biaya dalam pengembalian paspor
tersebut. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *