Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus OTT di BPN II Surabaya

Depoliticanews – Praktek pungli di BPN (Badan Pertanahan Nasional) II
Surabaya akhirnya ditindaklanjuti polisi. Bahkan, penindakan itu dilakukan
dalam bentuk OTT (operasi tangkap tangan). Kendati barang bukti uang tunai
yang diamankan dalam OTT tersebut hanya 8 juta. Namun OTT ini bisa menjadi
pintu masuk polisi untuk membongkar praktek pungli yang lebih besar. Dari
OTT di kantor beralamatkan di Jalan Krembangan Barat No.57 Surabaya
tersebut, sedikitnya 5 pegawai diamankan.

OTT tersebut dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli)
Polrestabes Surabaya. Mereka melakukan OTT di ruang Seksi Pengukuran Kantor
BPN II Surabaya. Tepatnya di dalam laci meja Chalidah Nazar (48), PNS staf
Seksi Pengukuran. Dari laci meja kerja perempuan asal Jalan Cenderawasih BY
22 Wisma Tropodo Waru Sidoarjo itu, Tim Saber Pungli menyita uang tunai 8
Juta.

“Kami juga mengamankan beberpa bendel dokumen, bukti setor PNBP dan buku
rekening Bank Jatim yang kami sinyalir digunakan untuk menampung dana
taktis hasil korupsi,” papar Kepala Sub Satgas Bidang Penindakan Saber
Pungli Kota Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Minggu (11/6).

Perwira polisi yang juga menjabat sebagai Kasatreskrim Polrestabes Surabaya
ini menyampaikan, atas temuan tersebut, pihaknya saat ini sudah menetapkan
Chalidah Nazar sebagai tersangka. “CN (Chalidah Nazar, red) terbukti
meminta uang tambahan diluar PNBP (pendapatan negara bukan pajak) dari
pemohon pengukuran tanah, dengan menawarkan percepatan pelayanan,”
imbuhnya.

Sayang, tersangka CN tidak bisa dihadirkan dalam rillis kasus tersebut.
Sebab pasca ditetapkan menjadi tersangka, CN dibantarkan di Rumah Sakit
Bhayangkara Polda Jatim karena menderita penyakit diabetes dan hipertensi.

AKBP Shinto menambahkan, usai melakukan OTT terhadap CN, Jumat (9/6) sore
sekitar pukul 14.00 Wib kemarin, timnya juga membawa 4 orang pegawai BPN II
Surabaya ke Mapolrestabes Surabaya. Yaitu Slamet (56), Kasubsi Tematik dan
Potensi Tanah ; Aris Prasetya (38), staf Seksi Pengukuran ; Bayu Sasmito
(33), PHL BPN Surabaya II (pegawai harian lepas) dan Alvin Nurahmad Rivai
(21), PHL BPN Surabaya II.

“Keempat orang tersebut masih berstatus saksi. Kami masih terus
mendalaminya. Dan peluang bertambahnya tersangka, masih terbuka lebar,”
tegas AKBP Shinto.

Lantas mengapa keempatnya masih berstatus saksi? AKBP Shinto memaparkan,
kendati pihaknya menemukan sebuah rekening tabungan Bank Jatim atas nama
Bayu Sasmito, PHL BPN II Surabaya yang diduga menjadi alat penampungan dana
taktis hasil pungli. Namun, pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut.
Sebab, pihaknya masih menunggu hasil pengecekan aliran dana dari rekening
tabungan tersebut.

“Kita melakukan OTT Jumat sore hingga petang. Kemudian terbentur hari Sabtu
dan Minggu. Tentu untuk mengecek detail transaksi dari rekening yang
bersangkutan, kami masih menunggu hari Senin (12/6). Jika data transaksi
sudah kami pegang, akan bisa menjadi acuan kami dalam menentukan langkah
berikutnya,” pungkas Perwira Polisi asal Medan ini. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *