Politikus PKS Heran Nurul Fahmi Ditangkap Seperti Teroris

Depoliticanews – Politikus PKS Almuzammil Yusuf mempertanyakan perbedaan
lambang Metallica, OI dengan lafaz La Ilaha Illallah di bendera merah
putih. Sehingga ada perlakuan yang berbeda di mata hukum.

Justru rangkaian huruf Arab yang jika dibaca berbunyi La Ilaha Illallah
itu, kata ia, tidak menodai bendera karena berarti positif yaitu tiada
Tuhan selain Allah. Hal itu juga sama dengan bunyi sila pertama, yaitu
Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan lambang Metallica jelas, tidak
disinggung sama sekali. Padahal, merah putih berlambang Metallica muncul
lebih dahulu dibandingkan kasus Nurul Fahmi.

“La Ilaha Illallah apa itu termasuk kata-kata kotor? Padahal kata-kata
suci, kata syahadat bukan menodai. Saya minta Kapolri untuk tegakkan
supremasi hukum. Nur Fahmi ditangkap seperti seorang teroris dan pengedar
narkoba,” ujar Yusuf, Selasa (24/1).

Nurul Fahmi merupakan pembawa bendera merah putih bertuliskan La Ilaha
Illallah saat aksi beberapa waktu lalu. Ia pun langsung ditangkap polisi
karena dianggap melecehkan bendera merah putih.

Namun kondisi berbeda ketika Metallica menggelar konser pada 2013 lalu.
Dalam konser itu bendera merah putih bertuliskan “Metallica,
Solo-Indonesia” turut dikibarkan saat acara. Tidak ada satu pun yang
ditangkap atau dipersoalkan. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *