Polri: Kalau Antasari Minta Grasi Artinya Mengakui Perbuatannya

Depoliticanews – Mabes Polri menanggapi langkah mantan Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang melaporkan dugaan tindak
pidana persangkaan palsu ke Bareskrim Polri.

Dalam laporan LP/167/II/2017/Bareskrim tertanggal 14 Februari 2017 itu,
Antasari melaporkan pelaku atas dugaan tindak pidana persangkaan palsu
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318 KUHP. Dia merasa sebagai korban kasus
yang direkayasa.

Dalam laporannya itu mantan jaksa ini juga melaporkan adanya dugaan
penghilangan barang bukti yang dibutuhkan dalam persidangan yang melanggar
Pasal 417 KUHP.
Menurutnya seorang pejabat telah sengaja menghilangkan barang bukti berupa
pakaian yang dikenakan mendiang Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin
Zulkarnaen.

Dalam surat laporan tersebut tidak disebutkan siapa nama pihak yang
dilaporkan dan hanya tertulis pelapor dalam penyelidikan. Dia berharap
penyidik Bareskrim mampu bekerja cepat dalam memproses laporannya itu dan
menuduh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai inisiator rekayasa
kasusnya.

”Itu kan berkaitan dengan kasus yang sudah disidangkan dan istilahnyà sudah
mendapat keputusan tetap atau sudah inkrah bahkan sudah ada inkrah lagi.
Ini yang akan dipelajari dulu aspek hukumnya oleh penyidik. Apakah ini
berdiri sendiri atau ini merupakan suatu hal, perkara yang secara realitas
sudah sampai tahap inkrah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di
Mabes Polri Kamis (16/2).

Bahkan, masih kata Boy, berkaitan dengan masalah itu Antasari juga sudah
mengajukan grasi ke presiden dan bahkan grasinya juga sudah dipenuhi.
Karenanya akuntabilitas perkara ini sudah melalui berbagai tahapan yang
sedemikian rupa.

”Kecuali perkaranya belum sampai tahap itu. Inikan berkaitan dengan perkara
yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap dan sudah sampai ke PK bahkan
Pak Antasari sendiri sudah mendapat grasi. Kalau orang mohon grasi itu kan
orang mengakui dari perbuatan yang dilakukan, (grasi itu) meminta
pengampunan,” sambung Boy. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *