Presdir Freeport Dilaporkan ke Polisi

Depoliticanews – Insiden antara Presiden Direktur PT Freeport Indonesia
Chappy Hakim yang membentak anggota Komisi Energi dari Hanura Mukhtar Tompo
dalam rapat kerja di DPR Kamis (9/2) kemarin akhirnya sampai di meja polisi.

Mantan KSAU itu dilaporkan dengan dugaan pidana yang diatur Pasal 207, 310,
dan 315 serta 368 KUHP. Yang intinya adalah tentang penghinaan terhadap
penguasa atau badan hukum dan atau pencemaran nama baik dan pengancaman.

”Tadi saya sudah melaporkan secara langsung tindakan Chappy Hakim yang
membuat saya dipermalukan. Kemudian juga diancam dan penghinaan (kepada)
saya sebagai anggota parlemen. Pasal yang dikenakan ada beberapa,” kata
Tompo usai membuat laporan di Bareskrim Selasa (14/2).

Laporan itu diregister dengan TBL/101/II/2017/Bareskrim. Tompo datang
dengan didampingi kuasa hukumnya Krisna Murti.

”Kamu jangan macam-macam. Awas kamu,” ujar Tompo menirukan bentuk
pengancaman Chappy padanya dan menambahkan tidak ada pemukulan. Yang ada
hanya dirinya ditunjuk dan bicara dengan keras.

Tompo juga menceritakan usai rapat itu dia hanya bermaksud menghampiri
purnawirawan jenderal bintang empat itu dan memberi salam.

”Asssalamualaikum pak jenderal lalu tangan saya ditepis pas mau salaman.
Selama ini saya tak pernah bertemu dan tak kenal pak Chappy,” tambahnya.
Menurutnya laporan polisi ini adalah langkah yang baik. Hingga kini Chappy
belum meminta maaf padanya secara langsung. Chappy baginya tidak layak
memimpin perusahaan mitra negara.
”Itu bukan perusahaan pribadi. Saya mewakili masyarakat dan dia mewakili
korporasi asing. Ancamannya 1 tahun 6 bulan,” lanjutnya.

Pengacara Tompo menambahkan permintaan maaf Chappy tak menghilangkan pidana
yang diatur dalam hukum. Partai menurutnya juga meminta pemerintah
mengganti Chappy.
Di bagian lain, menurut Chappy, sikapnya itu berawal dari pernyataan yang
meminta Freeport konsisten terkait kewajiban membangun smelter sesuai
Undang-Undang nomor 4 tahun 2009. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *