Presiden Akan Tata Ulang Regulasi 5 Hari Sekolah

Depoliticanews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menata ulang regulasi
yang mengatur tentang kegiatan belajar mengajar selama lima hari.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Umum Majelis
Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menyatakan, Presiden Jokowi telah
memutuskan akan meningkatkan payung hukum mengenai kegiatan belajar
mengajar selama lima hari dari Peraturan Menteri (Permen) menjadi Peraturan
Presiden (Perpres).

“Presiden akan melakukan penataan ulang aturan itu dan meningkatkan
regulasinya, dari yang semula Peraturan Menteri menjadi Peraturan
Presiden,” kata Ma’ruf usai bertemu Presiden Jokowi di Kantor Kepresidenan,
Jakarta, Senin (19/6).

Presiden Jokowi khusus memanggil Ma’ruf untuk membahas mengenai penataan
ulang aturan sistem belajar mengajar yang dinilai kontroversial itu.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris
Negara Pratikno serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Ma’ruf mengatakan, hal-hal yang dibahas pada aturan itu diharapkan tidak
hanya mengatur lamanya pembelajaran, tetapi juga proses belajar mengajar
secara menyeluruh.

“Diharapkan bahwa peraturan itu bersifat komprehensif dan bisa menampung
aspirasi-aspirasi yang berkembang di masyarakat,” katanya

Di sisi lain, lanjut Ma’ruf, pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat
karakter para pelajar, khususnya untuk menangkal berkembangnya paham-paham
radikalisme.

“Kemungkinan judulnya akan diganti bukan lima hari sekolah, tetapi
pendidikan penguatan karakter. Mudah-mudahan tidak terlalu lama Perpres ini
akan bisa dihasilkan dan suasana akan menjadi harmoni, tenang, dan tidak
ada masalah lagi,” kata Ma’ruf. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *