Pria Berlagak Gila Ditangkap, Diduga Pelaku Penculikan Anak

Depoliticanews – Warga Desa Ketawang Daleman, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, dihebohkan dengan munculnya seorang pria tak dikenal yang diduga berpura-pura gila. Warga mencurigai pria itu sebagai pelaku penculikan.

 

“Kejadiannya di jalan raya Desa Ketawang Daleman. Disitu kebetulan banyak anak kecil. Pria ini tiba-tiba muncul dengan tingkah laku mencurigakan, sehingga mengundang massa. Warga mencurigai pria ini sebagai pelaku penculikan anak,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Rabu (15/3).

 

Pria tak dikenal itu berpenampilan acak-acakan, dan berpura-pura gila. Saat salah satu warga bertanya pada pria misterius itu, ternyata bisa menjawab dengan sempurna. Namun saat ditanya maksud kedatangannya, pria itu bersikap seolah-olah tidak waras.

 

“Hal itu kemudian menyulut emosi warga. Semula hanya adu mulut. Tapi lama-lama masyarakat makin marah dan pria yang diduga pelaku penculikan anak ini pun sempat dimassa,” ujarnya.

 

Namun beruntung, sebelum emosi warga memuncak, pria ini berhasil diamankan oleh Taufik (38), salah satu warga, dibawa ke aparat setempat. “Saat diinterogasi Polsek Ganding, pria ini mengaku bernama Fausi, dari Surabaya. Tapi logatnya seperti orang Madura. Kadang-kadang dia berbahasa Jawa,” ungkap Suwardi. Ia menambahkan, saat diinterogasi polisi, pria aneh ini berkali-kali mengatakan, ‘Saya manusia membunuh manusia’, ‘saya orang juga’, ‘saya manusia membunuh manusia’.

 

“Saat diinterogasi, jawaban pria ini nyambung gak nyambung. Untuk sementara, pria ini diamankan di Polsek Ganding. Kami masih akan memeriksakan kejiwaan tersangka,” terangnya. Puluhan anggota Polres Sumenep langsung diterjunkan ke Ganding untuk mengamankan tersangka. Saat ini tersangka telah dibawa ke Mapolres Sumenep untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

“Tersangka kami amankan di Polres, untuk menghindari amuk massa. Saat ini situasi kamtibmas di Ganding sudah kondusif,” ucap Suwardi. Sementara itu, dua siswa sekolah dasar di Sumenep nyaris menjadi korban penculikan dua lelaki tak dikenal usai pulang sekolah. Dua siswa tersebut yakni Baisuni (12) dan Fadhil Ilyas(8). Keduanya warga Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Mereka nyaris diculik saat menjaga padi di sawah milik orang tuanya, sepulang dari sekolah.

 

Menurut Moh. Noh (45), ayah Fadhil Ilyas, saat anaknya menjaga padi dari gangguan burung bersama Baisuni, temannya, ada seorang perempuan tak dikenal turun dari sepeda motor, kemudian menghampiri dan meminta anak-anak berhati-hati karena sekarang rawan penculikan anak.

 

Ternyata tak berselang lama, ada dua lelaki tak dikenal yang turun dari mobil, dan mendekati korban. “Laki-kali itu kemudian memegang tangan anak saya, sambil membekap mulut anak saya. Ya tentu saja anak saya berontak,” ujar Noh.

 

Sambil berontak, Dimas (panggilan Fadhil Ilyas: red) menggigit tangan pelaku. Kemudian Baisuni, teman Dimas, melepaskan ketapel ke muka pelaku, hingga kedua pelaku pun lari terbirit-birit. “Alhamdulillah, anak saya lolos dari penculikan, setelah menggigit tangan pelaku, kemudian teman anak saya membantu dengan melepaskan ketapel,” ucapnya.

 

Upaya penculikan tersebut, membuat korban syok dan bingung. Noh menduga, anaknya sempat dibius pelaku saat mulutnya dibekap. “Sepertinya anak saya dibius. Karena setelah sampai di rumah, anak saya seperti orang linglung,” tuturnya. Sementara Kapolsek Batang-batang, AKP Sutrisno membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini kasus tersebut tengah dalam penanganan kepolisian. “Berdasarkan pengakuan orang tua korban, itu diduga sebagai upaya percobaan penculikan anak. Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus itu,” ungkapnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *